Berita Muara Enim

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Pasar yang Dibangun Pakai Dana Desa di Lembak Muaraenim

Los kalangan yang memiliki lebar 9,5 meter dan panjang 16 meter itu dikerjakan menggunakan dana desa sebesar Rp 108 juta

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Pasar yang Dibangun Pakai Dana Desa di Lembak Muaraenim
Tribun Sumsel/ Edison
Diduga akibat angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Senin (3/9/2018) sekitar pukul 18.30, sebuah atap bangunan pasar kalangan di Desa Tapus Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, roboh. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Diduga akibat angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Senin (3/9/2018) sekitar pukul 18.30, sebuah atap bangunan pasar kalangan di Desa Tapus Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, roboh.

Bangunan dengan atap multiroof dan bertiang beton itu tampak roboh dengan kondisi menyamping mengenai bangunan di sebelahnya.

Los kalangan yang memiliki lebar 9,5 meter dan panjang 16 meter itu dikerjakan menggunakan dana desa sebesar Rp 108 juta pada akhir tahun anggaran 2017 lalu.

Baca: Kemungkinan Netral, Refly Dicopot Dari Kursi Komisaris Utama Jasa Marga Perusahaan BUMN

Baca: Honda Lakukan Penyesuaian Harga Jika Rupiah Bertahan di Level Rp 15 Ribu per Dolar

Beruntung kejadian ambruknya bangunan terjadi dimalam hari atau setelah pasar tutup sore, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa akibat tertimpa. Namun akibat peristiwa itu, warga serta pedagang pasar kalangan khawatir bangunan di sebelah yang roboh akan ikut roboh ketika angin.

"Bangunan kios kalangan itu roboh karena angin deras disertai hujan malam kemarin. Bangunan itu belum setahun dibangun tapi sudah roboh," ungkap warga yang tinggal disekitar pasar kalangan ketika dibincangi, Rabu (5/9/2018).

Sementara Lasmiati (40) dan Hanafi (45) yang merupakan pedagang di kalangan itu kepada wartawan menuturkan, saat ini sangat khawatir dan was-was berjualan di los pasar kalangan itu.

Baca: Pembunuhan di Kuto Palembang : Tak Senang Diancam Akan Ditusuk, Eko Tusuk Korban Duluan

Baca: Hasil Pilpres di Sosmed, Jokowi Menang di Facebook, Prabowo Menang di Instagram dan Twitter

"Kita khawatir nanti tengah asik berjualan tiba-tiba angin malah roboh bangunan lainnya, makanya lebih memilih jualan di lapangan luar bangunan paling pasang tenda, kalau tertimpa mati kita," ujar keduanya.

Jono, pekerja bangunan yang membersihkan runtuhan tiang melihat besi tiang balok dan besi cakar ayam tidak mengikat atau hanya menempel saja.

"Wajar roboh kalau besi cakar ayam dan besi balok tiang tidak mengikat tapi hanya tegak saja, sementara tiang balok kecil, mestinya besi di ikat atau besi cakar ayam dan besi balok nyambung atau tidak putus," ungkapnya.

Baca: Lubuklinggau Peroleh Dana Pusat Rp 4,24 Miliar untuk Pembangunan 4 Pasar

Terpisah, Kepala Desa Tapus Kecamatan Lembak, Sapri kepada wartawan mengatakan, robohnya bangunan itu bukan karena tidak sesuai rencana tapi karena faktor alam.

"Ini karena angin kencang dan akan kita perbaiki dengan cara membongkar pondasi untuk tiang. Untuk memperbaiki tentu selain akan menggunakan dana desa dan kalau tidak cukup makaakan pakai dana pribadi," ujarnya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved