Berita Lubuklinggau

Lubuklinggau Peroleh Dana Pusat Rp 4,24 Miliar untuk Pembangunan 4 Pasar

Dana pembangunan pasar di Lubuklinggau tidak dibagi sama rata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan pasar

Lubuklinggau Peroleh Dana Pusat Rp 4,24 Miliar untuk Pembangunan 4 Pasar
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Disdagrin Lubuklinggau HM Hidayat Zaini saat dibincangi Tribunsumsel.com, Rabu (05/09/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sejumlah kios baru di Pasar satelit di Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II rupanya belum berbanding lurus dengan jumlah pedagang yang ada.

Pedagang yang belum mendapatkan 'jatah', dijanjikan untuk kembali menunggu sembari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau kembali mengajukan bantuan pembangunan kios ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagrin) Kota Lubuklinggau, HM Hidayat Zaini mengaku pihaknya sudah mencari solusi serta dana tambahan untuk kembali menambah kios yang sebelumnya dibangun sebanyak 40 unit.

Baca: Tertipu Puluhan Juta, Ibu-ibu di Palembang Laporkan Owner Arisan Online ke Polresta Palembang

Baca: Resmi Jadi Suami Istri, Ini Perbandingan Rumah Milik Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya

"Sekarang ini ada 40 kios baru, kurang jelas juga berapa seharusnya, karena bukan zaman saya (mulai pembangunannya, red)," ujarnya, Rabu (05/09).

Penambahan 40 kios baru ini diakuinya sangat membantu pedagang untuk berjualan di tempat yang lebih layak.

"Ini sistemnya sewa, tetapi karena Perda (Peraturan Daerah) nya juga belum disahkan, jadi kami belum bisa mengakomodir. Kami juga akan buat perjanjian, kalau ada pedagang yang tidak menempati kios selama enam bulan, maka akan kami segel," jelasnya.

Ia juga menyatakan, dengan jumlah 400 kios yang tersebar di lima pasar di Kota Lubuklinggau saat ini, sudah bisa disebut ideal.

Apalagi tahun ini, ada program pembangunan pasar di tiap kecamatan sesuai arahan pemerintah pusat.

Untuk Kota Lubuklinggau mendapatkan dana untuk pembangunan empat buah pasar, yakni Pasar Monengpati, Rahma, Kayuara, serta Lubuk Tanjung.

"Dananya sebesar Rp 4,24 Miliar yang awalnya kita ajukan dan harus diperuntukkan untuk empat pasar itu," katanya.

Baca: Sulit Tidur, Ini Tips Terlelap Dalam Waktu Singkat ala Pasukan Militer

Baca: Gubernur Edy Rahmayadi Mundur Dari Ketua PSSI ?, Simak Penjelasannya

Dana tersebut tidak dibagi sama rata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan pasar.

Seperti di Pasar Rahma dan Kayuara yang sebelumnya belum ada, maka membutuhkan dana lebih besar dibanding Pasar Monengpati dan Lubuk Tanjung yang hanya bersifat rehabilitasi.

"Tujuannya ya untuk pemerataan, jadi masyarakat tak perlu jauh-jauh kalau ingin berbelanja ke pasar. Tidak perlu ke Pasar Inpres, hanya perlu ke pasar terdekat yang ada di kecamatan," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help