Pilpres 2019

Pengamat Nilai Tagar 2019 Ganti Presiden, Justru Persepsi Total Effectnya ke PKS

Yang kurang dari PKS, tidak munculnya ketokohan yang kuat. Itu yang harus dipersiapkan oleh PKS

Pengamat Nilai Tagar 2019 Ganti Presiden, Justru Persepsi Total Effectnya ke PKS
Website PKS
Kader PKS Lakukan Rapat Koordinasi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Partai Keadilan Sejahtera di awal tahun 2018 terus mengepakan sayapnya untuk menuju pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.

Dikutip dari website resmi partai pks.id, lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Satrio menilai popularitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) per 2018 ini cukup bagus.

"Makanya peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari hasil 2014 akan terbuka luas," kata Hendri di Katulampa Bogor, Sabtu (1/9/2018).

Baca: Kerap Dihadang dan Ditolak, Ratna Sarumpaet Ingin Peluk Massa Pendemo Dirinya

Baca: Komunitas Kami Berani Sumsel, Optimis 70 Persen Suara Milenial ke Prabowo-Sandiaga

Berdasarkan survei Kedai Kopi tagar #2019GantiPresiden justru persepsinya total effect-nya ke PKS. Pertama ke Prabowo, alumni 212, ke Gerindra dan baru ke PKS.

"Jika ini dimaksimalkan bukan tidak mungkin suara PKS akan naik," ungkapnya seraya menjelaskan bahwa PKS menjadi satu-satunya partai dipersepsikan publik memiliki keislaman yang sangat kuat.

Yang kurang dari PKS, kata dia, tidak munculnya ketokohan yang kuat. Itu yang harus dipersiapkan oleh PKS.

"Di parpol lain memang ada ketokohan yang tidak terlalu kuat," kata Hendri dilansir di laman web PKS.

Baca: Penjelasan Presiden Jokowi, Terkait Penghadangan Aktivis #2019Ganti Presiden di Daerah

"PKS memiliki kans atau potensi yang memunculkan tokoh nasional suatu hari nanti," ungkap Pengamat Politik Universitas Paramadina itu, menambahkan.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyerukan kadernya untuk mengkampanyekan hal-hal positif atau positive campaign.

Baca: Prabowo Sebut Utang Indonesia Tiap Hari Bertambah Rp 1 Triliun

"Kampanyekan kelebihan-kelebihan diri kita maupun calon kita. Itu yang lebih penting. Kita harus terus mengeksploitasi kemampuan diri kita," kata Sohibul usai membuka Rakornas Humas PKS di Katulampa, Bogor, Jumat (31/8/2018).

Tugas kader, kata dia, harus memasarkan produk yang baik dan memasarkan produk sebaik mungkin. Jangan sampai menghasilkan hal yang bernilai kampanye hitam (black campaign).

"Jika tidak, akhirnya kita mengorek kelemahan orang lain, negative campaign, boleh asalkan ada buktinya. Lalukelebihan kita di mana?! Kita harus banyak positive campaign," ungkap dia.

Baca: Rocky Gerung dan Ratna Hanya 3 Jam di Palembang, Kapolda Buktikan Kalau Sumsel Kondusif

Sohibul mengatakan jika dalam kampanye pasti akan menemui fitnah. Fitnah dalam perjuangan itu aksiomatik. Menurut dia tidak ada jalan yang mulus untuk berjuang. Biasa-biasa saja dalam menyikapi fitnah.

"Maka sikapi dengan proporsional dan logis. Jangan baperan hingga tak bisa tidur. Sebisa mungkin 80 persen kampanye kita adalah positive campaign," ungkap dia.

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved