Berita Prabumulih

Nekat Palsukan Dokumen Fidusia, Penjara Menanti Koko Pria Asal Prabumulih

Pelaku menggunakan identitas Sudarti dan memalsukan tanda tangan untuk mengajukan kredit 1 (satu) unit sepeda motor

Nekat Palsukan Dokumen Fidusia, Penjara Menanti Koko Pria Asal Prabumulih

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Memalsukan dokumen fidusia (pengalihan hak kepemilikan) dalam pembelian motor sistem kredit, seorang karyawan diler motor di kota Prabumulih diringkus jajaran Unit Pidsus Satreskrim Polres Prabumulih.

Pelaku yakni Koko Praja (25) warga Jalan Muda Jadi Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.

Baca: Makin Cantik dengan Bross Dagu, Tren Fashion Hijab Kekinian

Modus dilakukan pelaku yakni membuat dokumen palsu untuk warga yang mengambil atau membeli motor sistem kredit di leasing FIF cabang Prabumulih lalu motor tidak dibayar.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 berkas aplikasi pengajuan kredit, 1 berkas jaminan pembiayaan, 1 berkas sertifikat jaminan fidusia, 1 lembar surat pengiriman kendaraan dan 1 lembar surat pernyataan pelaku.

Baca: Andi Arief Bandingkan Kedemokratisan Presiden Suka Menulis dengan Hobi Dengar Lagu Cadas

Informasi dihimpun, pelaku Koko bermula dari laporan PT FIF Cabang Prabumulih ke Polres Prabumulih. Dalam laporannya pelaku melakukan pemalsuan dokumen fidusia dalam pengambilan motor.

Pelaku menggunakan identitas Sudarti dan memalsukan tanda tangan untuk mengajukan kredit 1 (satu) unit sepeda motor honda Vario ke PT FIF Cabang Prabumulih Pada Senin (18/12/2017) lalu dan memalsukan tanda tangan di surat jaminan pembiayaan.

Kemudian hasil kejahatan fidusia berupa 1 unit sepeda motor Vario di berikan kepada tersangka inisial AR yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Prabumulih.

Baca: Begini Sindiran Menohok Hotman Paris Bagi Pria yang Hobinya Nonton Film Porno

Setelah memberikan motor, pelaku Koko mendapat upah uang sebesar Rp 500 ribu. Kejahatan pelaku bahkan tidak hanya satu kali namun beberapa kali hingga menyebabkan perusahaan FIF Cabang Prabumulih mengalami kerugian puluhan juta.

Hebatnya, pelaku Koko bahkan diduga menantang pihak perusahaan melapor ke polisi lantaran apa yang dilakukan aman.

Petugas kepolisian yang mendapat laporan langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi keberadaan pelaku.

Tak ingin buruannya kabur, petugas kemudian langsung menuju dealer tempat pelaku bekerja dan kemudian meringkusnya.

Dihadapan petugas, pelaku mengakui perbuatannya memalsukan dokumen fidusia dan menerima uang dari pelaku buron inisial AR serta menerima bonus penjualan dari pengeluaran unit motor itu.

"Saya dapat uang Rp 500 ribu dari tiap mengeluarkan motor," katanya singkat dihadapan polisi.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH didampingi Ipda Gharasa membenarkan penangkapan pelaku diduga memalsukan dokumen fidusia dalam pembelian unit motor tersebut.

Penulis: Edison
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help