Berita Lubuklinggau

Mesat Jaya dan Mesat Seni Lubuklinggau Daerah Paling Banyak Terjangkit DBD, Ini Penyebabnya

Memasuki musim pancaroba masyarakat Kota Lubuklinggau diharapkan mewaspadai merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mesat Jaya dan Mesat Seni Lubuklinggau Daerah Paling Banyak Terjangkit DBD, Ini Penyebabnya
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Perawat Rumah Sakit Sity Aisyah (RSSA) Kota Lubuklinggau melakukan pengecekan infus diruang perawatan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Memasuki musim pancaroba masyarakat Kota Lubuklinggau diharapkan mewaspadai merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebab, selama tiga bulan terakhir Rumah Sakit Sity Aisyah (RSSA) Kota Lubuklinggau sudah merawat 102 orang warga yang terserang penyakit DBD.

Baca: Karena Guns NRoses, Timnas Indonesia Terancam Tak Bisa Gunakan GBK saat Piala Asia U-19

"Bulan Juni 40 pasien, bulan Juli 41 pasien dan bulan Agustus sampai dengan saat ini sebanyak 21 pasien," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis Akhdrisa Murawija saat dibincangi Tribunsumsel.com, Kamis (30/08/2018).

Ia menyebutkan, rata-rata warga yang terserang penyakit DBD berusia 4 sampai 14 tahun.

Bahkan dua hari lalu dari 21 pasien yang dirawat bulan Agustus meninggal dunia kemarin.

"Rata-rata warga yang terserang DBD berasal dari Kota Lubuklinggau dan sebagian berasal dari Kabupaten Musi Rawas (Mura), mereka kita rawat diruang Atfal khusus ruang anak," papar Akhdrisa.

Baca: Ngaku Syok Karena Kejadian Ini, Calon Istri Denny Sumargo Ingin Pernikahan di Luar Negeri

Diterangkannya, penyakit DBD beberapa bulan terakhir meningkat, disebabkan karena musim pancaroba.

Dalam artian terjadi musim kemarau, namun masih terdapat hujan.

"Berkembang biaknya nyamuk DBD ini rata-rata di tempat penampungan air warga. Daerah yang banyak terjangkit rata-rata kawasan kumuh padat penduduk, seperti Lubuklinggau wilayah Mesat Jaya dan Mesat Seni," ungkap Akhdrisa.

Sebab, wilayah Mesat Seni dan Mesat Jaya banyak warga yang kerap membuang sampah sembarangan.

Faktor lingkungan yang kurang bersih itulah tempat berkembangnya nyamuk DBD.

Baca: Lama Bersahabat, Laudya Cynthia Bella Bongkar Kebiasaan Uniknya Bareng Titi Kamal

"Seharusnya bila sudah ada warga yang terserang DBD, warga sudah meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk dilakukan fogging. Apalagi radius terbang nyamuk DBD 100 meter," ucapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help