Berita Lubuklinggau

Lubuklinggau Jalankan Program Percontohan Minapadi, Pemerintah Berharap Tekan Populasi Hama Wereng

Program menanam padi bersama dengan ikan yang diperoleh Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau itu merupakan satu-satunya di Sumsel

Lubuklinggau Jalankan Program Percontohan Minapadi, Pemerintah Berharap Tekan Populasi Hama Wereng
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
ilustrasi petani 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau mendapat bantuan program Minapadi seluas 50 Hektare (Ha) dari Kementerian Pertanian.

Program menanam padi bersama dengan ikan yang diperoleh Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau itu merupakan satu-satunya di Sumatra Selatan (Sumsel).

Baca: Pasca Libur Idul Adha, Sekda Harobin Lakukan Sidak Pewagai Sekertariat

"Rencananya realisasi program Minapadi itu akan dilakukan pertengahan bulan September mendatang," kata Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau, M Arifin.

Arifin menyebutkan, sebagai percontohan 50 Ha program Minapadi tersebut rencananya akan dijalankan oleh dua kelompok tani.

Baca: Mulai Hari Ini Masuk Jakabaring Sport City (JSC) Gratis, INASGOC Hapus Aturan Pembelian Tiket

Kelompok Tani Karang Ketuan dan Kelompok Tani Kelurahan Petanang Ulu.

"Masing-masing kelompok akan mendapat 25 Ha, sekaligus dapat bantuan pupuk, bibit ikan, benih padi, dedak. Termasuk ikan yang akan dipelihara disesuaikan dengan permintaan kelompok tani," paparnya.

Arifin berharap, program Minapadi tersebut mampu menekan papulasi hama Wereng Batang Coklat (WBC) pada batang padi, karena beberapa tahun terakhir siklus WBC sangat susah ditanggulangi.

Baca: Melihat Kesibukan Poliklinik JSC Asian Games, Layani Atlet Cidera Sampai Gangguan Pencernaan

"Selama dua bulan sawah terendam oleh air yang mengelilingi tanaman padi. Dengan terendamnya sawah populasi WBC diharapkan menurun, ditambah ikan merupakan musuh alami WBC itu," ungkapnya.

Ia menuturkan, selama ini WBC sudah menjadi wabah nasional, karena rata-rata masyarakat menanam padi tidak serentak sehingga siklusnya tidak bisa dipotong.

Baca: Pasangan Voli Pantai Indonesia Rachmawan/ Ashfiya Sempurna, Semua Laga Penyisihan Disapu Bersih

Diperparah petugas pengamat hama WBC di Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau hanya satu orang. Sehingga untuk penanggulangan WBC sangat susah dilakukan.

"Catatan kita hama WBC banyak terjadi di Siring Agung dan Eka Marga, Dampaknya padi bisa langsung kering kemudian akan langsung mati," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved