Kebakaran Hutan dan Lahan

Sosialisasi Tidak Sampai, Suku Anak Dalam di Musi Rawas Masih Bakar Lahan

Mereka tidak mengerti kalau ada larangan dan sudah diberi tahu dan diarahkan jangan membakar lahan

Sosialisasi Tidak Sampai, Suku Anak Dalam di Musi Rawas Masih Bakar Lahan
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Dandim 0406 Mura, Lubuklinggau, dan Muratara Letkol Kav Dodi Syamsurizal 

TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU- Rangkaian perhelatan Internasional Asian Games di Palembang dan Jakarta sudah dimulai, Jajaran Kodim 0406 Kabupaten Mura,Lubuklinggau dan Muratara berkomitmen wilayah hukumnya tidak terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Sebagai bentuk komitmen itu kebakaran lahan di Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu Kabupaten Mura, dua pekan lalu pun langsung dilakukan investigasi oleh Kodim setempat.

"Kemarin memang terjadi kebakaran disana tapi langsung kita kendalikan," kata Dandim 0406 Mura, Lubuklinggau, dan Muratara Letkol Kav Dodi Syamsurizal pada awak media, Kamis (16/8/2018).

Baca: Menembak Indonesia Waspadai Kejutan Negara Timur Tengah, Hasil Investasi Besar Mulai Terlihat

Ia menuturkan kebakaran lahan saat itu diduga disebabkan oleh Suku Anak Dalam (SAD) yang membuka lahan. Namun pihaknya tidak mengambil langkah tegas karena ia menilai SAD belum tahu ada larangan bakar lahan.

"Mereka tidak mengerti kalau ada larangan dan sudah diberi tahu dan diarahkan jangan membakar lahan," ujar Dodi.

Ia menyebutkan, selain dibakar warga, di daerah BTS Ulu ada pabrik kertas, dimana pohon Akasia sebagai bahan utama membuat kertas sangat rentan terbakar.

Baca: Lihat Pengamanan Berlapis di Jakabaring Sport City, Punya 38 X-Ray, Atlet Punya Pintu Masuk Khusus

Hanya saja walau pun sering terjadi kebakaran tidak pernah
masuk dalam areal perusahaan.

"Lain halnya bila sengaja dibakar langsung, kita akan checking dan pasangan Police line proses, hukumnya kita akan serahkan kepada Polres sebagai penegak hukum,"

Ketika disinggung berapa luas lahan yang terbakar sepanjang beberapa bulan terakhir, Dodi tidak menyebutkan jumlahnya, hanya saja ia mengaku hampir setiap hari selalu ada warga yang membakar lahan.

Baca: Selama 9 Bulan Tiga Orang Bergantian Jabat Sekda Lahat, Sekarang Aswari Lantik Rudi Thamrin

"Setiap hari ada warga yang melakukan pembakaran, namun kebanyakan rata-rata tidak tahu dan selalu kita kendalikan," ungkap Dodi.

Dodi menambahkan selain sosialisasi langsung kelapangan saat ini pihaknya juga menyiapkan personil gabungan baik dari manggala Agni, Kodim, dan Polres, bila terjadi kebakaran langsung sama-sama memadamkan api.

"Untuk wilayah yang paling rawan di wilayah Mura tepatnya di Kecamatan Muara Kelingi dan Muara Lakitan sedangkan wilayah Kabupaten Muratara itu wilayah Rupit sama Nibung. Untuk Linggau ada tapi bisa dikatakana jarang," ucapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved