Berita Mura

Tersisa 1 Armada Badan Layanan Penyediaan Air Minum Musirawas Layani 5 Desa Krisis Air

Lima desa diantaranya Desa Mambang, Desa Cipto Dadi, Desa Petunang, dan Desa Semanggus Kecamatan Muara Lakitan

Tersisa 1 Armada Badan Layanan Penyediaan Air Minum Musirawas Layani 5 Desa Krisis Air
Sripo/ Evan Hendra
Ilustrasi, Sumur Warga Kering akibat kemarau 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Sejak dua bulan terakhir, curah hujan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) semakin minim. Akibatnya, sumur-sumur milik warga mulai mengalami kekeringan.

Berdasarkan informasi dari Badan Layanan Umum Daerah sistem Penyedian Air Minum (BludSPAM) Kabupaten Mura, ada lima desa yang mulai mengalami krisis air bersih.

Lima desa itu diantaranya, Desa Mambang Kecamatan Muara Kelingi, Desa Cipto Dadi Kecamatan Sukakarya, Desa Petunang Kecamatan Tuah Negri, Desa Semanggus Kecamatan Muara Lakitan.

Baca: Perjuangan Anak Tukang Sol Sepatu di Bawah Jembatan Ampera Lulus Tes Polisi, Sempat 2 Kali Gagal

"Yang sudah melapor ada lima desa itu," ungkap Plt Kepala BludSPAM Kabupaten Mura Agus Hilman saat dibincangi Tribunsumsel.com, Selasa (07/08).

Hilman menuturkan, sebenarnya masih ada desa-desa lain yang mengalami kekeringan, seperti beberapa desa di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Kecamatan Muara Lakitan, namun sejauh ini belum melapor.

Plt Kepala BludSPAM Kabupaten Mura Agus Hilman saat dibincangi Tribunsumsel.Com.
Plt Kepala BludSPAM Kabupaten Mura Agus Hilman saat dibincangi Tribunsumsel.Com. (Tribun Sumsel/ Eko Hepronis)

Penyebab krisis air bersih diberapa desa yang mengalami kekeringan itu, disebabkan karena curah hujan sangat minim, sungai-sungai mulai surut, diperparah kondisi desa-desa jauh dari sungai dan danau.

"Termasuk titik air lainnya, dan mereka itu masuk dalam daerah dataran tinggi," paparnya.

Baca: Pelaku Ancam Bunuh Orangtuanya, Bocah SD di OKU Rahasiakan Pemerkosaan yang Dialaminya

Ia pun mengaku sebagai penyedia air minum dan air bersih di Kabupaten Mura bersedia dan tidak keberatan bila di desa-desa yang mengalami kekeringan itu meminta suplai air bersih dari BludSPAM.

"Hanya saja kendalanya armada BludSPAM dua dua. Namun hanya satu yang mampu memberikan pelayanan, sedangkan satunya dalam perawatan karena rusak," kata Hilman.

Lalu yang kedua, biaya operasional kendaraan akan dibebankan kepada desa yang mengalami krisis air bersih. Lain halnya kecuali desa itu masuk dalam kategori bencana.

Baca: Advokat Cinta Tanah Air Deklarasikan Ustaz Somad Dampingi Prabowo

"Bila masuk kategori bencana akan diambil alih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena itu kewenangan pemerintah dan kita akan kerjasama dengan mereka," ujarnya.

Hilman menuturkan, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, dari 14 Kecamatan di Kabupaten Mura ada empat wilayah yang selalu mengalami krisisis air bersih, yakni Kecamatan Jayaloka, Muara Kelingi, BTS Ulu dan Megang Sakti.

"Yang paling rawan yakni Kecamatan Jaya loka karena jauh dari sumber air dan danau. Ditambah suplai air terkendala karena sungai mulai surut," katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved