Berita Politik

Dapat Uang Ganti Rugi Rp 30 Miliar, Bakal Digunakan Fahri Hamzah Untuk Perbaiki PKS

PKS juga diwajibkan membayar ganti rugi kepada Fahri karena mengalami tindakan psikologis akibat pemecatan

Dapat Uang Ganti Rugi Rp 30 Miliar, Bakal Digunakan Fahri Hamzah Untuk Perbaiki PKS
Tribun Medan
fahri pks 

TRIBUNSUMSEL.COM - Fahri Hamzah mengatakan uang ganti rugi sebesar Rp 30 miliar yang harus dibayarkan PKS kepadanya akan digunakan untuk perbaikan partai. 

Sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan bahwa pemecatan Fahri Hamzah oleh PKS tidak sah.

PKS juga diwajibkan membayar ganti rugi kepada Fahri karena mengalami tindakan psikologis akibat pemecatan.

Baca: Pengamat Menilai Publik Mengenal AHY Sebagai Anak SBY, Bukan Sosok Calon Wakil Presiden

Baca: 6 Selebriti Indonesia Ini Nikahi Teman Masa Kecil, No 5 Sedih Karena Ditinggal Mati

Baca: Tsamara Jawab Tantangan Debat Lawan AHY, Demokrat: Ketinggian, Tsamara Numpang Tenar

"Ya itu, itu recovery partai, partainya harus diperbaiki. Siapa yang harus menanggung semua ini ya siapa yang membuat kerusakan," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (6/8/2018).

Fahri mengatakan pihak yang harus membayar ganti rugi adalah 5 orang pengurus PKS yang ada dalam permohonan gugatan.

Mereka yakni Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid, Abdul Muis dan Abi Sumaid.

Kelima orang tersebut digugat karena telah melakukan pelanggaran mengadakan persidangan ilegal untuk memecatnya.

"Kalau ada akibat hukum maka yang kena itu 5 orang ini. ya merekalah yang harus disita asetnya dibekukan rekeningnya demi membayar akibat dari tindakan mereka. pribadi," katanya.

Hanya saja menurut Fahri kelima orang tersebut selalu menyeret partai dalam berpolemik dengannya.

Karena itu, ia mengeluarkan imbauan bila partai yang diseret maka aset partai yang akan habis, salah satunya dana sumbangan kader yang telah dikumpulkan sejak lama.

Halaman
123
Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help