Berita Prabumulih

Sudah Tembak Betis Sendiri, Arif Jadi Tersangka Keterangan Palsu, Ini Alasan Rekayasa Perampokan

Polisi mencurigai dan menemukan beberapa kejanggalan-kejanggalan dalam kasus itu hingga menggelar pra rekonstruksi

Sudah Tembak Betis Sendiri, Arif Jadi Tersangka Keterangan Palsu, Ini Alasan Rekayasa Perampokan
Tribun Sumsel/ Edison
Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH dan Kasat Narkoba, AKP Ali Asri dan jajaran ketika mengangkat barang bukti uang dalam konferensi pers, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Satreskrim Polres Prabumulih berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan atau perampokan yang menimpa pengusaha jasa kontruksi (kontraktor-red) yakni Arif Faisal.Ternyata semua itu adalah rekayasa.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH mengatakan, perbuatannya pelaku Arif akan dikenakan Pasal 242 KUHP Jo 220 KUHP dan atau pasal 266 KUHP tentang memberikan keterangan palsu dengan ancaman 7 tahun penjara.

"Tersangka sebelumnya melapor menjadi korban dan telah dilakukan berita acara pemeriksaan dibawah sumpah jika dia benar menjadi korban (perampokan-red), tapi ternyata itu tidak benar," bebernya.

Baca: LRT Palembang Sempat Mogok Setengah Jam, PPK LRT Suranto : Cuma Sebentar Sekarang Sudah Jalan

Tito menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku aksi nekat merekayasa perampokan itu dilakukan sengaja karena terlilit utang ke sejumlah orang dengan nilai Rp 1,9 miliar.

"Jadi pelaku mengambil uang Rp 501 juta di bank samping gedung Pemkot, kemudian mengirim Rp 200 juta ke rekening lainnya dan mengambil di bank kawasan gedung Sintap (Pelayanan satu atap) Rp 150 juta. Jadi dia seolah-olah ada uang diatas Rp 700 juta untuk membayar utang, lalu dengan idenya sendiri ke Jalan Lingkar dan menembak betis sendiri kemudian berpura-pura kena rampok melapor ke polisi," jelasnya.

Petugas yang melakukan penyelidikan menurut Kapolres, mencurigai dan menemukan beberapa kejanggalan-kejanggalan dalam kasus itu hingga menggelar pra rekonstruksi lalu akhirnya diketahui jika aksi perampokan itu ternyata sengaja direkayasa pelaku.

Baca: Perampokan Kontraktor di Prabumulih Rekayasa, Arif Faisal Sengaja Tembak Betis dan Jerat Leher

"Untuk senjata api menurut pelaku merupakan warisan dari almarhum keluarganya dan usai menembak kaki dibuang ke sungai Kelekar. Pelaku sendiri telah kami amankan dan merupakan pelaku tunggal namun kasus ini akan terus diselidiki," tegasnya.

Sementara Arif Faisal ketika dibincangi membenarkan jika dirinya sengaja merekayasa aksi perampokan dan membuat laporan palsu ke polisi.

"Beban utang bae aku tu, utang untuk memborong proyek ke beberapo wong Rp 1,5 miliar," ungkap pelaku ketika diwawancarai.

Disinggung dari mana dapat ide melakukan rekayasa aksi perampokan, Arif mengaku dirinya terpaksa melakukan ide gila tersebut lantaran terlilit hutang dan tidak ada uang untuk membayar. "Ide tu muncul dari aku dewek, tiba-tiba kareno terlilit utang, sudah itu bae," katanya singkat seraya meminta ke polisi dan wartawan tidak mau lagi memberikan keterangan.

Baca: Selain Ashanty, 6 Artis Lainnya ini Juga Berhasil Raih Relar S2 di Tengah Kesibukannya

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha jasa kontruksi yakni Arif, dirampok kawanan bandit usai mencairkan uang proyek sebesar Rp 200 juta dari bank di kantor BPMTSP di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di samping SPBU Simpang Relly Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Tidak hanya kehilangan uang sebesar Rp 200 juta, Arif juga mengalami luka tembak di paha bagian kiri dan lebam di leher bekas jeratan pakai tali oleh pelaku perampokan hingga korban kesulitan bicara. Kawanan perampok mengeksekusi warga Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan itu di Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih, Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 12.00.

Saat kejadian, pemborong itu menggunakan Suzuki Escudo BG 1138 QH berpura-pura dijerat pelaku yang tiba-tiba ada dimobil dan digiring ke jalan lingkar dan dieksekusi tiga pelaku dengan cara dijerat dan ditembak.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved