Berita Prabumulih

Prabumulih Punya Tim Khusus Bertugas Tangani Kondisi Bengkak, Panas dan Nyeri Setelah Anak Imunisasi

Walau vaksinnya aman namun efeknya atau reaksinya bisa beda, karena bisa menimbulkan berbagai reaksi

Prabumulih Punya Tim Khusus Bertugas Tangani Kondisi Bengkak, Panas dan Nyeri Setelah Anak Imunisasi
Tribun Sumsel/ Edison
Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih Hj Rusmini

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH – Untuk mengantisipasi reaksi yang mungkin ditimbulkan pasca imunisasi seperti bandan panas, bengkak, nyeri hingga terpaksa dirawat inap maupun stres, Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih membentuk kelompok kerja (Pokja) penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi (IPI).

Tim itu nantinya bekerja untuk menanggulangi kasus dengan melakukan investigasi maupun mencari solusi dalam penanganan efek yang akan terjadi setelah dilakukan imunisasi.

"Jadi kami membentuk tim yang melibatkan berbagai pihak itu untuk menanggulangi akibat kejadian ikutan pasca imunisasi, jadi tim dibentuk ada tim untuk investigasi dan penanganannya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, dr Hj Rusmini ketika diwawancarai wartawan, Rabu (25/7/2018).

Baca: 5 Alquran Selamat dari Musibah Kebakaran yang Menghanguskan 3 Rumah di Lubuklinggau

Menurut Rusmini, imunisasi perlu dipantau dan dibentuk pokja disebabkan reaksi tubuh pasien baik dari tingkat kejiwaan atau stres berbeda sehingga jika tidak dilakukan pemantauan maka kejiwaan si anak akan terganggu.

"Jadi walau vaksinnya aman namun efeknya atau reaksinya bisa beda, karena bisa menimbulkan berbagai reaksi seperti timbul warna merah, bandan panas, bengkak, nyeri di sekitar suntikan untuk reaksi ringan. Sementara untuk reaksi berat itu bisa alergi, dan terpaksa diharuskan rawat inap," jelasnya.

Baca: Persaingan Ketat Pemilihan Legislatif Lahat, 40 Anggota DPRD Ikut Lagi Pencalonan

Rusmini menjelaskan, untuk makan saja yang masuk ke tubuh bisa menimbulkan reaksi apalagi obat imunisasi terhadap anak. Tentu perlu dilakukan pemantauan secara baik. "Untuk itu perlu dipantau, diwaspadai dan diantisipasi makanya dibentuk pokja IPI itu," jelasnya berharap tim bekerja dengan baik.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help