Ojek Online Ancam Demo saat Asian Games

Polri akan mencoba melakukan komunikasi dengan komunitas ojek online terkait rencana unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018

Ojek Online Ancam Demo saat Asian Games
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Sejumlah massa ojek online berunjuk rasa saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online 

TRIBUNSUMSEL.COM - Polri meminta semua pengemudi ojek online tak mengedepankan kepentingan kelompok dan pribadi.

Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya ancaman aksi unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018.

Baca: Beroperasi 23 Juli, Begini Cara Naik LRT Mulai dari Stasiun Hingga Bayar Ongkos

"Ini (Asian Games) adalah perhelatan akbar menjaga nama baik bangsa dan negara," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divhumas Polri Brigjen M Iqbal di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

"Saya imbau seluruh masyarakat jangan mengedepankan emosional demi kepentingan komunitasnya, demi kepentingan pribadinya. Kedepankan rasionalitas, jiwa idealisme kebangsaan," sambung dia.

Baca: 1 Agustus Tol Palindra Resmi Beroperasi Penuh, Segini tarifnya

Polri akan mencoba melakukan komunikasi dengan komunitas ojek online terkait rencana unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018.

Sebagai pengayom, kata Iqbal, Polri terbuka untuk berdiskusi dengan kelompok ojek online dan kelompok masyarakat lainnya terkait masalah yang dihadapi.

Polri siap menjadi jembatan antara pengandara ojek online dengan sejumlah instansi seperti Kementerian Perhubungan atau pemerintah daerah.

"Jadi selama Asian Games ini diimbau tidak ada demo," kata Iqbal.(Kompas.com/Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ojek Online Ancam Demo saat Asian Games, Polri Minta Kepentingan Bangsa Dikedepankan", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/19/16035791/ojek-online-ancam-demo-saat-asian-games-polri-minta-kepentingan-bangsa.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved