Berita Empat Lawang

BREAKING NEWS : Terjadi Bentrok Antara Pendukung Cabup Empat Lawang, 1 Orang Meninggal

Bentrok terjadi antara timses Cabup Empat Lawang nomor urut 1 H David Hardiyanto-H Eduar Kohar dan timses

BREAKING NEWS : Terjadi Bentrok Antara Pendukung Cabup Empat Lawang, 1 Orang Meninggal
Tribun Sumsel/ IST

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPATLAWANG- Bentrok terjadi antara timses Cabup Empat Lawang nomor urut 1 H David Hardiyanto-H Eduar Kohar dan timses nomor urut 2 Joncik Muhammad-Yulius di Jalan Lintas Bengkulu - Empat Lawang daerah Padang Tepong, Selasa (12/6).

Dari bentrokan ini, satu orang bernama Beni warga Kecamatan Muara Pinang Empat Lawang tewas karena mengalami luka tembak.

Ada pula korban luka tembak di pergelangan tangan lainnya yakni Tahrin (36) warga Desa Nanjungan kelurahan Pendopo Kecamatan pendopo Empat Lawang yang merupakan timses Joncik.

Baca: Jadwal Open House di Griya Agung Bersama Gubernur Alex Noerdin, 15 dan 16 Juni Mulai Pukul 09.00 WIB

Gumanti (42) warga Desa Talang Benteng Kecamatan Muara Pinang Empat Lawang mengalami luka tembak tulang kering bagian depan sebelah kanan yang juga timses Joncik.

Kedua korban, masih ditangani di UGD RSUD KPH yang didampingi Kades Babatan kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Kepahiang Rudi Hartono.

Sedangkan sau korban lagi mengalami luka bacok masih dalam perjalanan menuju RSUD KPH.

Baca: Jelang Bursa Transfer Pemain, SFC Dapat Kabar Pemain Lokal Sumsel Diincar Klub Lain

Informasi yang dihimpun, bentrok antar timses paslon nomor urut 2 Joncik Muhammad-Yulius Maulana hendak menggelar buka puasa bersama.

Namun, belum diketahui motifnya tiba-tiba timses paslon nomor urut 1, H David Hardiyanto-H Eduar Kohar dan timses nomor urut 2 Joncik Muhammad-Yulius terlibat bentrok.

"Benar, kejadiannya tadi sore. Satu orang meninggal dari pihak paslon nomor dua, saya lagi mengantarnya ke rumah sakit di Pagaralam, tiga korban lagi kritis, juga kena tembak," ungkap Indra yang mengantarkan jenazah korban penembakan saat dihubungi.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help