Setelah Razan al Najjar, Pemuda dari Keluarga Aktivis Palestina Ditembak Jarak Dekat Tentara Israel

Pasukan Israel menembak pemuda tersebut dari jarak dekat dan melukai bagian lehernya dengan 3 peluru.

Twitter/Youtube
Pemuda-pemuda Palestina korban keganasan tentara Israel, Razan Najjar dan Izz Tamimi 

TRIBUNSUMSEL.COM- Kematian seorang perawat Palestina yang ditembak oleh sniper Israel agaknya masih meninggalkan duka.

Dilansir dari Grid.id, dalam insiden itu, perawat berusia 21 tahun tersebut sedang mencoba membantu pengunjuk rasa yang terluka di perbatasan Gaza.

Wanita muda berparas cantik tersebut segera bergegas ke area berbahaya untuk menolong korban terluka.

Perawat tersebut bernama Razan al Najjar.

Niat baik Najjar rupanya mengantarkannya pada maut.

Dari seberang pagar, sejumlah peluru meluncur dan tepat mengenai bagian dadanya.

Tak lama setelah kejadian ini, Najjar dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/6/2018).

Peristiwa menyedihkan yang menimpa Razan Najjar menarik perhatian seluruh penjuru dunia.

Namun tak berselang lama setelah kepergian Razan, kabar duka juga kembali datang dari seorang pemuda Palestina.

Dikutip Grid.ID dari Maannews, pasukan Israel membunuh pemuda palestina berusia 21 di Nabi Saleh, Ramallah.

Pasukan Israel menembak pemuda tersebut dari jarak dekat dan melukai bagian lehernya dengan 3 peluru.

Penembakan itu menewaskan Izz Abd al-Hafith Tamimi pada Rabu, (6/6/2018).

Peristiwa itu terjadi selama bentrokan yang dipicu setelah pasukan Israel menyerbu desa di tepi barat.

Para saksi mengatakan bahwa pasukan Israel menyerang siapa saja yang mencoba membantu pemuda itu.

Pasukan Isreal juga mencegah penduduk setempat memberikan perawatan medis atau membawanya ke rumah sakit.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved