Berita Lubuklinggau
Tinggal Sendirian, Rumah Apoteker di Lubuklinggau Ini Dirampok Kemudian Dia Disekap di Hutan
Meitisa (24) beberapa kali berteriak histeris memintak pertolongan warga saat rumah tempat tinggalnya
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Melisa Wulandari
Laporan wartawan Tribun sumsel. Com, Eko Hepronis.
TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU -- Meitisa (24) beberapa kali berteriak histeris memintak pertolongan warga saat rumah
tempat tinggalnya Komplek Al Purqon, Jalan Kali Kesik, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 disatroni tiga kawanan perampok.
Teriakan-teriakan mintak tolong pegawai apoteker Rumah Sakit Sobirin Kabupaten Musi Rawas itu tidak didengar tetangga sekitar rumahnya, sebab, rumah yang didiami Meitisa cukup jauh dan masih sepi penduduk.
Baca: Astaga ! 15 Menit Nikah, Pria Ini Langsung Ceraikan Istrinya Gegara Sang Mertua Ucapkan Kata Ini!
Sehingga para perampok dengan leluasa membawa kabur satu buah motor honda beat dan Hanphohe miliknya,
bahkan para kawanan perampok sempat menyeret Meitisa ke dalam hutan lalu mengikat badannya di pohon karet.
Di dalam hutan itu ketiga perampok menyiksa dan melukai kedua kakinya.
Bahkan mereka sempat membenturkan kepala Meitisa ke batang karet supaya ia menunjukan uang simpanannya.
Baca: Miris ! Gegara Wifi, Gadis Ini Pilih Habisi Nyawanya Sendiri, Sang Ibu Ungkap Kisah Memilukanya!
Aksi perampokan dan penyekapan itu beruntung diketahui ayah Meitisa dan kemudian mengajak keluarganya.
Sehingga dengan cepat mendatangi rumahnya dan melakukan pencarian kedalam hutan.
Setelah melakukan pencairan selama dua jam, gadis malang itu pun ditemukan dalam keadan lemas dengan posisi badannya terikat di pohon karet.
Berdasarkan infomasi dihimpun aksi perampokan itu bermula saat Meitisa sedang berada di rumahnya seorang diri pada Sabtu (26/5/2018) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.
Baca: Tak terima Data Pribadi Disebarkan, Christian Sugiono Ungkap Kekesalannya Ke Provider Ini
Saat itu Meitisa mendengar suara riuh dari samping rumahnya. Kemudian ia mengintip dari jendela kamarnya dan melihat tiga orang menggunakan sebo mencoba mencongkel trali rumahnya.
Kemudian Meitisa langsung menghubungi ayahnya Sopyan yang tinggal di Desa Muara Kati, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) kalau ada orang tak dikenal mencoba masuk ke rumahnya.
Rupanya satu orang pelaku melihat Meitisa mengintip dan menelpon ayahnya. Pelaku itu langsung menodongkan Senjata Api Rakitan (Senpira) dari arah luar. Kemudian memecahkan kaca melepas trali masuk ke dalam rumah.
Baca: Via Vallen Muncul Jadi Bintang Tamu Rans Channel, Netizen Tantang Raffi Undang Ayu,Beranikah?