Berita Ogan Komering Ulu

Peternak Lele di OKU Dibantu Empat Kolam Bioflok, Bisa Untung Sampai Rp 4 Juta Sekali Panen

Peternak ikan lele di Kelurahan Talang Jawa, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dibantu empat kolam bioflok guna membudidayakan hewan

Peternak Lele di OKU Dibantu Empat Kolam Bioflok,  Bisa Untung Sampai Rp 4 Juta Sekali Panen
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Pendiri Lingkungan Hidup (LLH) Jejak Bumi Indonesia OKU, Hendra A Setyawan, saat meninjau pemisahan ikan lele sesuai ukuran 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Peternak ikan lele di Kelurahan Talang Jawa, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dibantu empat kolam bioflok guna membudidayakan hewan air tersebut dengan sistem ozonisasi.

"Empat kolam bioflok ini kami berikan untuk membantu kelompok pembudidaya ikan lele di Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat," kata Pendiri Lingkungan Hidup (LLH) Jejak Bumi Indonesia OKU, Hendra A Setyawan, Rabu (23/5) malam usai berbuka puasa.

Dia mengatakan, sebelumnya kelompok pembudidaya tersebut juga dibantu oleh pihaknya dua kolam bioflok untuk membudidayakan ikan lele dengan sistem ozonisasi sekaligus diberikan bantuan 4.000 bibit ikan.

"Jadi jumlahnya sekarang ini ada enam kolam bioflok untuk dikelola para pembudidaya ikan lele di Kelurahan Talang Jawa guna meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

4.000 bibit lele yang diberikan pihaknya sekitar tiga pekan lalu tersebut, kata dia, berkembang dengan pesat karena saat ini ukuran ikan sudah mencapai 12-13 centimeter.

Dia mengungkapkan, budidaya ternak ikan yang mulai menunjukkan hasil itu membuat LLH Jejak Bumi Indonesia semakin optimis dapat menjadikan Kelurahan Talang Jawa sebagai sentra pelatihan dalam membudidayakan hewan lele dengan sistem ozonisasi.

"Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu dengan penambah bantuan empat kolam bunglon ini. Sebab, jika kolamnya banyak maka penyortiran bibit lele akan semakin mudah," kata dia.

Penyortiran atau pemisahan induk dan anak ikan ini, lanjut dia, bertujuan agar bibit lele yang masih kecil tidak mati dimakan oleh indukan karena hewan tersebut termasuk jenis kanibal.

"Selain itu, dengan enam kolam ikan dapat dipanen dua pekan sekali dengan asumsi keuntungan hasil setiap kolam 3-4 kuintal ikan dijual seharga Rp17.000 per kilogram atau perolehan laba bersih mencapai 3-4 juta sekali panen sudah dipotong biaya pakan," ujarnya.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help