Berita Musi Banyuasin

Berteduh Sambil Main Handphone, 2 Warga Keluang Muba Tewas Tersambar Petir

Hujan angin dan disertai petir yang terjadi pada beberapa daerah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memakan korban jiwa.

Berteduh Sambil Main Handphone, 2 Warga Keluang Muba Tewas Tersambar Petir
Sripoku.com/Fajeri Ariek
Berteduh dan Main Handphone, 2 Warga Keluang Muba Tewas Tersambar Petir 

TRIBUNSUMSEL.CO, SEKAYU - Hujan angin dan disertai petir yang terjadi pada beberapa daerah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memakan korban jiwa.

Dua orang warga meninggal dunia akibat tersambar petir pada saat berada di pondok di Desa Mekar Sari, Kecamatan Keluang Muba sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (7/4/2018).

Dua korba jiwa yang meninggal dunia akibat sambaran petir tersebut yakni Masiun (50), warga Desa Ulak Teberau Kecamatan Lawang Wetan dan Lia (16) warga Desa Tanah Abang Kecamatan Batang Hari Leko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa yang tidak sangka-sangka tersebut terjadi pada saat hujan deras disertai petir mengguyur Desa Mekar Sari.

Pada saat itu kedua korban tengah berada di pondok mereka masing-masing, dimana Masiun tengah berteduh di pondok tengah hutan karet. Korban yang tengah berteduh tersebut duduk di depan pintu pondok miliknya.

Tak disangka secara tiba-tiba petir dengan kilatan sangat cepat menyambar pondok miliknya, akibat sambaran itu korban langsung lemas dan tidak sadarka diri.

Aliran bekas samabaran yang mengenai pondok Masiun terus mengalir menuju pondok warung makan tempat korban Lia.

Saat itu, korban Lia sedang memegang handphone yang tengah di charger, karena aliran listrik yang disambarkan sangat besar membuat Lia ikut tersengat dan langsung tidak sadarkan diri.

Warga sekitar yang mendapatkan kejadian tersebut langsung mengevakuasi kedua korban ke RSUD Sekayu, namun nasib berkata lain keduanya meninggal dunia.

"Ya, kedua korban meninggal dunia akibat peristiwa alam yakni tersambar petir. Keduanya merepukan warga Desa Mekar Sari Kecamatan Keluang," kata Kapolres Muba, AKBP Rahmat Hakim, melalui Kapolsek Keluang Iptu Sapta Eka, Minggu (8/4/2018).

Lanjutnya, setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut dan mau menuju lokasi cuaca masih dalam keadaan buruk.

Tim yang diterjunkan kita minta berhati-hati, pihaknya juga telah memintao keterangan terhadap sejumlah saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi.

"Kedua korban langsung dibawa ke rumah duga untuk dimakamkan, selain itu kejadian ini sangat terduga

oleh karena itu kia menghimbau kepada masyarakat yang ingin beraktifitas diluar dalam keadaan hujan apalagi petir untuk berhati-hati.

Matikan semua peralatan elektronik untuk keselamatan bersama," jelasnya. (sripoku.com/Fajeri Ariek)

Editor: Melisa Wulandari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help