Pilkada Prabumulih
Ridho : Pilkada Bukan Main Voli atau Bola Kaki Jika Tak Ada Musuh Menang
Calon Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menegaskan, pemilihan kepala daerah baik
Penulis: Edison | Editor: Melisa Wulandari
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Calon Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menegaskan,
pemilihan kepala daerah baik walikota maupun gubernur bukanlah layaknya seperti permainan bola voly atau bola kaki dimana jika tidak ada musuh akan menang WO (walkover).
"Dalam pilkada ini tidak sama dengan main voly dan main bola kaki, kalau tidak ada musuh maka akan menang WO atau menang Bay.
Baca: Viral Video Artis Ganteng Randy Pangalila Jatuhkan Atlet MMA Kurang dari 1 Menit,Netter:GILA!
Di pilkada kalau tidak ada musuh dan warga tidak mencoblos maka tidak jadi," ungkap pria yang pada Kamis (15/2/2018) cuti pilkada itu.
Walikota Prabumulih itu mengatakan, dirinya terus menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Prabumulih untuk menggunakan hak suara dalam pilkada pada 27 Juni 2018 mendatang.
"Karena pada pilkada itu nanti tidak hanya akan memilih walikota tapi masyarakat juga akan memilih Gubernur Sumsel yang baru," katanya.
Baca: Gelar Deklarasi Lawan Politik Uang Serta Sara, Ini yang Disampaikan Wabup OKU Johan Anuar
Untuk pihaknya berharap seluruh masyarakat Prabumulih menggunakan hak suara dengan mendatangi Tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih calon pemimpin yang baik memimpin Sumsel.
"Karena nasib masyarakat lima tahun kedepan akan bergantung kepada pemimpin yang akan dipilih, jika salah memilih maka selama lima tahun masyarakat akan susah," lanjutnya.
Baca: Didepan Nagita Slavina,Hotman Paris Sebut Artis Cantik Pernah Jadi Pacar Raffi Ahmad,Nggak Nyangka
Lebih lanjut adik kandung Mawardi Yahya ini menambahkan pihaknya berharap kepada seluruh aparat pemerintah untuk membantu pemerintah dan KPU mensosialisasikan pilkada ini kepada masyarakat sehingga partisipasi pemilih tinggi.
"Disinilah masyarakat harus menentukan pilihan, jangan sampai setelah pemimpin berbuat salah kemudian mencemooh dengan mengatakan itu alasan tidak memilih dan kata-kata menjelekkan lainnya,
tidak boleh seperti itu nantinya, sudah saatnya kita mengajarkan hal yang baik tentang demokrasi kepada anak cucu kita," tambahnya.
Baca:
2 Minggu Hilang,Putri Tiri Ustaz Derry Sulaeman Kabur ke Bali,Ngaku Tagih Utang Ayah Kandung?
Ratusan Orang Serbu KPU Lubuklinggau Kayu Ara Karena Tak Setuju dengan Hal Ini, Ngeri
Baru jalin Cinta, Tiara Dewi Sudah Diberi Perhiasan Segini dari Pacar Barunya, Bikin Iri