Satu Keluarga Tewas di Lubuk Linggau
Bikin Nangis, Begini Firasat Nadia Saat Kehilangan Empat Anggota Keluarga Sekaligus
Tangis Nadia (18) tak terbendung karena merasa sangat kehilangan empat orang tersayang sekaligus.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU- Tangis Nadia (18) tak terbendung karena merasa sangat kehilangan empat orang tersayang sekaligus.
Nadia sungguh tak menyangka kalau mimpi buruknya malam itu bukanlah bunga tidur, melainkan firasat yang nyata terjadi.
Ayah dan bundanya, Candra (39) dan Elisa Hariyani (38) beserta dua adiknya, M Fahri Nizarullah (10) dan M Afif (3 bulan) ditemukan meninggal akibat keracunan asap genset di dalam rumah di di Jl Mandala RT 01 Kelurahan Ulak Lebar, Lubuklinggau, Jumat (6/10) pukul 07.00.
Air mata Nadia tak henti menetes melihat empat jenazah terbujur kaku.
Terlebih ketika jenazah ayah, bunda, dan dua adiknya dimasukkan ke dalam satu liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Ulak Lebar yang berjarak 500 Meter dari rumahnya.
"Semalam saya mimpi buruk," kata Nadia.

Saat peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (5/10) malam, Nadia berada di Pondok Pesantren Tahfiz Irsyadul Ibad di kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Adiknya yang nomor dua, Melinda, juga tidak berada di rumah karena sedang mondok di Pesantren Gontor.
Nadia menuturkan, malam saat peristiwa memilukan itu terjadi dirinya sempat bermimpi didatangi saudara ke ponpes menyampaikan kabar buruk ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung.
Tiba-tiba Nadia terbangun dan langsung bercerita kepada gurunya.
Sang guru langsung menenangkan dan mengatakan kalau mimpinya itu hanyalah kembang tidur, tidak ada hubungan sama sekali terhadap kesehatan kedua orangtuanya.
"Saya cerita, kemudian dia bilang tidak apa-apa, mudah-mudahan dengan adanya mimpi itu kedua orangtua saya sehat wal afiat dan panjang umur," katanya.

Nadia kemudian kembali tidur.
Pagi harinya, Jumat (6/10), paman Nadia datang memberitahukan kalau ayah dan bundanya di rawat dirumah sakit karena sakit mendadak.
Nadia pun bergegas pulang menjenguk kedua orangtuanya.