Berita Musi Banyuasin

Luapan Sungai Ipo Mereda, Genangan Banjir di Kertayu Muba Berangsur Hilang

Kini telah surut, Banjir yang sempat merendam puluhan rumah warga di Desa Kertayu, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)

Sripoku.com/Fajri Ramadhoni
BANJIR - Camat Sungai Keruh Dendi Suhendar bersama BPBD Muba dan Polsek Sungai Keruh ketika meninjau lokasi banjir di Desa Kertayu, Kecamatan Sungai Keruh, Jumat (12/12/2025). Genangan air yang sebelumnya merendam permukiman warga dilaporkan telah berangsur surut dalam waktu satu malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Banjir yang sempat merendam puluhan rumah warga di Desa Kertayu, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kini telah surut, Minggu (14/12/2025).

Air yang menggenangi permukiman warga berangsur turun dalam waktu singkat sejak puncak kejadian.

Camat Sungai Keruh, Dendi Suhendar, memastikan kondisi banjir akibat luapan anak Sungai Ipo dan intensitas hujan sudah surut. Warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

"Alhamdulillah, banjirnya sudah surut. Airnya hanya lewat saja, dalam satu malam sudah turun,"ujar Dendi, Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, genangan air yang terjadi bukan berasal dari Sungai Keruh, melainkan luapan Sungai Ipo akibat curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan air masuk ke kawasan permukiman warga yang berada di dataran rendah.

"Memang daerah tersebut berada pada dataran rendah, jika intensitas hujan cukup tinggi sering terjadi banjir. Namun, setelah hujan redah air yang adapun langsung segera surut,"ungkapnya.

Selain itu, warga juga tidak mengungsi ke rumah saudara dan masih menetap di rumah masing-masing mengingat kondisi rumah panggung.

"Masyarakat disini sudah paham mengenai kondisi geografis daerahnya, sehingga orang dahulu bahkan juga sekarang membangun rumah dua tingkat atau panggung untuk mengantisipasi banjir,"jelasnya.

Sementara, Kepala BPBD Muba Marko Susanto mengatakan bahwa meskipun banjir telah surut pihaknya tetap bersiaga mengingat potensi perubahan cuaca yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. 

BPBD Muba menerapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. 

"Status tersebut mulai diberlakukan hingga 31 Mei 2026 oleh BPBD Muba sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Kita mengimbau warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca khususnya malam hari,"ungkapnya. (dho)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved