MBG di Lubuklinggau

Program MBG di Lubuklinggau Hanya Berisi Tekwan, Pisang dan Kacang, Dinkes Sebut Seusai Standar Gizi

Dalam video viral itu ibu-ibu tersebut mengeluh bila anaknya diberi makanan itu-itu saja dan ia pun mengadu  ke- Presiden Prabowo.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Info Kriminal Linggau
PROGRAM MBG - Tangkapan layar tekwan MBG di Lubuklinggau berisi tekwan, pisang dan kacang. Dinkes Sebut Sudah Seusai Standar Gizi 

Ringkasan Berita:
  • Video viral memperlihatkan emak-emak di Lubuklinggau memprotes menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTSN 1 yang berisi tekwan, kacang dan pisang
  • Warga menilai dapur penyedia MBG mencari keuntungan, sementara anak-anak disebut sering mendapat menu yang itu-itu saja.
  • Kadinkes Lubuklinggau memastikan menu sudah sesuai standar gizi

 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Video viral emak-emak di Kota Lubuklinggau Sumsel melakukan aksi protes Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi tekwan kacang goreng dan pisang.

Dalam video viral itu ibu-ibu tersebut mengeluh bila anaknya diberi makanan itu-itu saja dan ia pun mengadu  ke- Presiden Prabowo.

Hasil penelusuran Tribunsumsel.com MBG tersebut terjadi di MTSN 1 Kota Lubuklinggau.

Video tersebut sudah banyak di posting akun media sosial di kota Lubuklinggau, salah satunya Info Kriminal Linggau, Rabu (10/12/2025).

"Pak presiden yang terhormat pak Prabowo, ini MBG apa memang sebanyak ini pak?," ungkap ibu rumah tangga dalam video itu.

Diapun mengaku heran, bahwa dalam berita disebutkan anggaran MBG itu satu porsinya Rp.15 ribu. Namun kenyataannya isinya tidak sampai.

"Perasaan dengar di berita biaya untuk MBG ini Rp.15 ribu, ini kalau dihitung-hitung tidak sampai 4 ribu pak. Tekwan cuman ada seuncrit, kacang 6, pisang satu," ujarnya.

Menurutnya yang punya dapur MBG tersebut benar-benar mencari untung, padahal program tersebut merupakan program pemerintah.

"Benar-benar dapur MBG, cari duit jangan disini. Ini dapur MBG Kota Lubuklinggau, gak tau dapur yang mana tapi ini sudah kelewatan," ungkapnya.

Bahkan setiap kali ia bertanya dengan anaknya, makanan yang diberikan selalu itu-itu saja.

"Setiap kali aku tanya anak aku apa makanannya, dijawab tempe goreng sama telur rebus. Gitu terus jawabannya. Hari ini dibawa pulang oleh anak aku, iyalah Tekwan seuncrit sama pisang ambon satu," ungkapnya.

Baca juga: Program MBG Resmi Hadir di Desa Sumber Jaya OKU Timur Sumsel, 2.448 Anak Jadi Penerima Manfaat

Baca juga: Tim Dokkes Pastikan Menu MBG SPPG Polres Ogan Ilir Bebas Bahan Berbahaya dan Aman Dikonsumsi

Menanggapi hal tersebut, Kadinkes Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi menyampaikan sudah mengecek langsung ke-sekolah bahwa makanan itu sudah sesuai standar.

"Sudah kami cek, makanannya gizinya mencukupi. Namun, masalah harga bukan wewenang pemerintah kota tapi merupakan wewenang pemerintah pusat," ungkapnya.

Bahkan Erwin mengaku, sampelnya dicek langsung, kemudian kedua permintaan makanan ringan itu dari pihak sekolah langsung dan sudah cek permintaan resmi Senin sampai Rabu untuk dikirim makanan kering.

"Disekolah MTSN 1 sudah kami cek langsung," ujarnya.

 

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved