Jembatan di Payaraman Rusak Lagi
Jembatan di Payaraman Ogan Ilir Rusak Parah, Warga Khawatir Ada Desa yang Bakal Terisolir
Sejak mengalami kerusakan pada akhir November lalu, belum ada tanda-tanda jembatan akan diperbaiki.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kondisi jalan yang berada di Payaraman, Ogan Ilir kini semakin parah.
Mirisnya, jembatan tersebubt merupakan jalur alternatif antar kabupaten.
Sejak mengalami kerusakan pada akhir November lalu, belum ada tanda-tanda jembatan akan diperbaiki.
Lubang jembatan yang tadinya hanya satu, kini bertambah satu lagi sehingga menjadi dua lubang yang terus melebar.
Akibat menghindari lubang-lubang yang hanya menyisakan kerangka besi itu, sebuah truk muatan beton terperosok ke timbunan tanah oprit jembatan.
Menurut warga, insiden tersebut terjadi pada Senin (8/12/2025) malam.
"Ada truk muatan paku bumi terperosok tadi malam. Makin hancur jembatan ini," kata seorang warga Payaraman bernama Yuda, Selasa (9/12/2025).
Wargapun secara swadaya mengatur lalu lintas agar tak terjadi insiden kecelakaan tunggal lainnya.
Menurut Yuda, dua lubang di jembatan semakin melebar karena tingginya arus lalu lintas kendaraan.
"Lubang-lubang di jembatan ini diameternya ada yang 4 meter dan 1,5 meter. Dikhawatirkan keduanya menjadi satu lubang yang sangat lebar kalau tidak segera ditanggulangi," ujar Yuda.
Jika kerusakan bertambah parah dan lubang semakin menganga, dikhawatirkan jembatan bakal terputus total.
"Khawatirnya ada desa yang terisolir gara-gara kerusakan jembatan ini," ujar Yuda.
Baca juga: Warga Muara Sugihan Banyuasin Resah, Jembatan Penyeberangan Dirusak Demi Bisa Bawa Hasil Panen Sawit
Baca juga: Perintahkan Satgas, Presiden Prabowo Bakal Bangun 3 Jembatan Gantung di Musi Rawas dan Lubuklinggau
Ini bukan kali pertama jembatan yang juga jalur alternatif dari Ogan Ilir menuju Muaraenim itu rusak.
Pada Mei 2023 lalu, jembatan yang biasa disebut warga "Jembatan Kuning" ini pernah ambruk setelah salah satu pondasinya patah.
Namun kondisi tersebut hanya berlangsung satu minggu karena diperbaiki secara darurat.
Pada April 2024 lalu, jembatan selesai diperbaiki secara permanen.
Januari 2025, jembatan kembali jebol namun segera dapat diatasi.
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1985.
"Dari segi usia, memang perlu adanya perbaikan karena tingginya mobilitas masyarakat khususnya kendaraan," kata Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat.
Banyaknya aktivitas truk tonase yang lalu-lalang juga disebut Edi menjadi salah satu faktor kerusakan jembatan.
"Ditambah faktor alam yakni aliran air di bawah jembatan juga cukup deras sehingga menggerus pondasi jembatan," kata Edi.
Sementara Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar telah menyurati Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan untuk menindaklanjuti kerusakan jembatan.
"Untuk sementara, jembatan ditangani secara darurat oleh Dinas PUPR Ogan Ilir agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat," kata Panca diwawancarai terpisah.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jembatan-di-Payaraman-Ogan-Ilir-Rusak-Parah-Warga-Khawatir-Ada-Desa-yang-Bakal-Terisolir.jpg)