Berita Lubuklinggau

Warga Resah, Banyak Material Coran Semen yang Mengeras di Sepanjang Jalan Lubuklinggau, Membahayakan

Tumpahan material itu kini mengeras di badan jalan, sehingga sangat mengganggu dan berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
TUMPAHAN SEMEN - Salah satu tumpahan material jalan cor di Jalan Ulak Surung sebelum jembatan Pertamina Lubuklinggau. Masyarakat khawatir bisa menimbulkan kecelakaan lalulintas, Jumat (28/11/2025). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Akhir-akhir ini masyarakat Kota Lubuklinggau Sumsel mengeluhkan banyaknya tumpahan material semen curah berceceran di sejumlah ruas jalan.

Material yang disebut coran ini berasal dari mobil proyek pembangunan jalan rabat beton yang wara-wari melintas dan meninggalkan material semen koral di wilayah itu.

Tumpahan material itu kini mengeras di badan jalan, sehingga sangat mengganggu dan berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas.

Nasrul salah seorang warga menyebut material semen yang tak kunjung dibersihkan itu bisa menimbulkan risiko kecelakaan lalulintas.

"Akibat tumpahan itu bisa membuat kendaraan rentan tergelincir," kata Nasrul pada wartawan, Jumat (28/11/2025).

Nasrul berharap pelaksana proyek bertanggung jawab mengeruk tumpahan semen itu sebagai upaya langkah dini mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas.

"Harapannya tumpahan material itu cepat dibersihkan, untuk menghindari kecelakaan lalulintas," ungkapnya.

Untuk perusahaan itu sudah kami imbau dan sudah kita datangi.

Baca juga: Lubuklinggau Kini Waspada Banjir dan Angin Puting-Beliung, Seluruh Pos yang Ada Disiagakan

Baca juga: Beda dengan Pembangunan, TPP ASN di Lubuklinggau Tak Terdampak Efisiensi, 2026 Dianggarkan Rp 48 M

Sementara Plt Kadishub Kota Lubuklinggau, Juniarto telah meminta agar perusahaan -perusahaan yang sudah melakukan pengecoran untuk menutup molen agar tidak berceceran di jalan.

"Jadi itu bukan disengaja dibuang, mungkin itu sisa didalam karena itu kan berputar terus jadi jatuh di jalan," ujarnya.

Kadishub menyebutkan rata-rata tumpahan itu ditikungan, tapi banyak juga bukan ditikungan saja karena molen itu berputar terus.

"Jadi itu siso material pembangunan yang tersisa dalam truk molen," ungkapnya. 

 

 

 

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung dalam Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved