Berita OKU Timur

Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian OKU Timur Bangun 22 Sumur Bor dan Usulkan 1.000 Pompa Air

Program tersebut menyasar 22 titik yang tersebar di 22 desa pada 17 kecamatan di Kabupaten OKU Timur.

Tayang:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com/Choirul Rahman
ANTISIPASI -- Pemkab OKU Timur mengambil langkah antisipasi kekeringan yang mulai mengancam lahan pertanian di sejumlah wilayah, Senin (15/6/2026). Dinas Pertanian saat ini membangun 22 titik sumur bor dan mengusulkan bantuan 1.000 pompa air guna menjaga ketersediaan air bagi petani selama musim kemarau. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian OKU Timur membangun 22 titik sumur bor di 22 desa yang tersebar pada 17 kecamatan.
  • Pemkab melalui Dinas Pertanian mengusulkan bantuan sekitar 1.000 pompa air ke Kementerian Pertanian.
  • Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

TRIBUNSUMSEL.COM,MARTAPURA - Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan yang mulai dirasakan petani di sejumlah wilayah.

Selain membangun 22 titik sumur bor, pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan sekitar 1.000 unit pompa air ke Kementerian Pertanian untuk menjaga pasokan air bagi lahan persawahan selama musim kemarau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Niswaturrohmah, S.TP., M.E.P., mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghadapi potensi krisis air yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

"Kita sudah berusaha mengantisipasi kondisi ini. Salah satunya dengan bantuan sumur bor dan mengusulkan bantuan pompa ke pusat. Kita usulkan sekitar 1.000 pompa ke Kementerian Pertanian," kata Niswaturrohmah, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pembangunan sumur bor saat ini sudah mulai berjalan.

Program tersebut menyasar 22 titik yang tersebar di 22 desa pada 17 kecamatan di Kabupaten OKU Timur.

Baca juga: Prakiraan Cuaca OKU Timur 15 Juni 2026, Seluruh Wilayah Berpotensi Bakal Diguyur Hujan Ringan

"Untuk sumur bor ada 22 titik yang kita bangun di 22 desa dan 17 kecamatan," ujarnya.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul mulai munculnya keluhan petani yang mengalami kesulitan mengairi sawah akibat minimnya curah hujan dan belum normalnya aliran irigasi karena masih dalam tahap perbaikan.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani terpaksa menggunakan mesin penyedot air dari sumber alternatif. Namun, tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendala karena meningkatkan biaya produksi pertanian.

Dinas Pertanian berharap keberadaan sumur bor dan bantuan pompa yang sedang diusulkan dapat membantu petani mempertahankan ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.

"Karena puncak kemarau ini mulai Juni dan prediksinya cukup panjang sampai September," pungkas Niswaturrohmah.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved