OTT KPK di Muara Enim

Rekam Jejak Edison, Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK, Merintis Karier dari Staf BPN

Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin daerah, H. Edison, S.H., M.Hum. memiliki rekam jejak karier yang sangat panjang dan solid di ling

Tayang: | Diperbarui:
ardani zuhri/sripoku.com
OTT DI MUARA ENIM-- Bupati Muara Enim, Edison terjaring OTT KPK, Senin (8/6/2026). Sebelum terjun ke birokrasi pemda, Edison menduduki posisi mentereng sebagai Kepala Bidang Pengadaan dan Pembebasan Tanah di Kanwil BPN Provinsi Sumsel. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Muara Enim, Edison, terjaring OTT KPK, Senin, (8/6/2026). Total ada 10 orang yang diamankan.
  • Sebelum terjun ke birokrasi pemda, ia menduduki posisi mentereng sebagai Kepala Bidang Pengadaan dan Pembebasan Tanah di Kanwil BPN Provinsi Sumsel.
  • Di luar birokrasi, Edison dikenal aktif di berbagai organisasi sosial.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM -- Sebanyak 10 orang termasuk Bupati Muara Enim, Edison, diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (8/6/2026).

Diketahui, saat ini Edison menjabat sebagai Bupati Kabupaten Muara Enim periode 2025–2030. 

Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin daerah, Edison, memiliki rekam jejak karier yang  panjang di lingkungan birokrasi, khususnya pada sektor agraria dan pertanahan.

Baca juga: Harta Kekayaan Edison, Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK, Punya Tanah dan Bangunan Rp14 M

Mengawali pengabdiannya dari bawah, Edison merintis karier sebagai Staf di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Sumatera Selatan. 

Dedikasi dan kinerjanya yang dinamis membawa dirinya dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis secara berjenjang.

Kariernya di struktural BPN dimulai saat ia diamanahi posisi sebagai Kepala Subseksi hingga naik menjadi Kepala Seksi di Kantor BPN Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Pengalaman kepemimpinannya semakin diasah secara nasional ketika ia sempat dimutasi ke luar daerah untuk menjabat sebagai Kepala Seksi BPN Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Sosok Edison, Bupati Muara Enim Diduga Terjaring OTT KPK, Ruang Kerja dan Rumah Dinasnya Disegel

SEGEL : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba melakukan pengeladahan di Pemkab Muara Enim, Senin (8/6/2026).
SEGEL : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba melakukan pengeladahan di Pemkab Muara Enim, Senin (8/6/2026). (Sripoku.com/Ardani Zuhri)

Kembali ke tanah kelahirannya di Sumatera Selatan, Edison mulai memegang tongkat komando tertinggi di tingkat daerah dengan berturut-turut sukses memimpin sebagai Kepala Kantor BPN di sejumlah kabupaten dan kota strategis. 

Di antaranya adalah menjadi Kepala Kantor BPN Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kepala Kantor BPN OKU, hingga kembali ke tempat lamanya sebagai Kepala Kantor BPN OKI.

Kepemimpinannya yang dinilai baik membuatnya terus bergeser untuk menakhodai Kantor BPN Kota Prabumulih, BPN Kabupaten Musi Rawas, hingga puncaknya dipercaya memimpin Kantor BPN Kota Palembang yang memiliki kompleksitas tata ruang tinggi. 

Sebelum akhirnya melangkah ke dunia politik dan birokrasi pemerintahan daerah, Edison ditarik kembali ke tingkat provinsi untuk mengemban jabatan prestisius sebagai Kepala Bidang Pengadaan dan Pembebasan Tanah di Kanwil BPN Sumsel.

Aktif di Organisasi Sosial dan Keagamaan

Tidak hanya matang secara profesional di dunia birokrasi pertanahan, sosok Edison juga dikenal luas memiliki kedekatan dengan masyarakat melalui kiprahnya di bidang sosial dan keagamaan. 

Hal ini dibuktikan dengan peran aktifnya di organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, di mana ia dipercaya menduduki posisi sebagai Pembina Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Muara Enim.

Selain aktif di NU, ia juga meluangkan waktu dan pemikirannya dengan bertindak sebagai pengurus serta pembina di berbagai bidang organisasi sosial maupun keagamaan lainnya, menjadikannya figur pejabat yang dikenal humanis dan dekat dengan kalangan ulama serta tokoh masyarakat setempat.

Diamankan KPK

Nama Bupati Muara Enim, Edison, menjadi sorotan karena disebut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (8/6/2026). 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved