Berita Muara Enim

Pengendara di Muara Enim Ngeluh, Harus Antre 8 Jam Untuk Isi Solar

Pasalnya, demi mendapatkan BBM Solar, warga harus mengantre berjam-jam hingga terpaksa tidak bekerja dan kehilangan penghasilan.

Tayang:
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/Ardani Zuhri
ANTRE BBM : Tampak ratusan kendaraan berBBM solar harus mengantri berjam-jam demi hanya mendapatkan Solar di SPBU Kepur Muara Enim. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Muara Enim mengeluhkan antrean panjang BBM Solar di SPBU Kepur hingga mencapai tujuh sampai delapan jam akibat kerusakan salah satu nozel pengisian.
  • Banyak warga terpaksa tidak bekerja demi mengantre solar, sementara pasokan BBM disebut hanya tersedia sekitar 8 ton per hari.
  • Masyarakat meminta Pertamina dan pemerintah menambah jumlah SPBU serta pasokan BBM Solar karena saat ini hanya satu SPBU di Muara Enim yang melayani solar.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Masyarakat Muara Enim dan sekitarnya, khususnya pemilik kendaraan berbahan bakar solar, mengeluhkan antrean panjang BBM Solar di SPBU Kepur Muara Enim.

Pasalnya, demi mendapatkan BBM Solar, warga harus mengantre berjam-jam hingga terpaksa tidak bekerja dan kehilangan penghasilan.

“Saya sudah antre BBM Solar dari pukul 06.00 WIB, sampai pukul 14.30 WIB masih belum dapat BBM dan hari ini terpaksa izin tidak kerja,” ujar Wawan (40), warga Muara Enim, dengan nada kesal di SPBU Kepur Muara Enim, Jumat (29/5/2026).

Menurut Wawan, sebelumnya ia sempat mencoba membeli BBM Solar pada Kamis (28/5/2026), namun saat tiba di SPBU stok solar sedang kosong.

Keesokan harinya, ia kembali datang sejak pagi dengan harapan bisa segera mendapatkan BBM dan langsung bekerja. Namun hingga siang hari, antrean masih belum juga selesai.

“Tadi saya tanya ke petugas SPBU, katanya satu nozel rusak sehingga hanya satu nozel yang berfungsi. Biasanya dilayani dua nozel,” katanya.

Akibat kerusakan nozel dan gangguan teknis lainnya, lanjut Wawan, waktu antrean yang biasanya hanya dua hingga tiga jam kini bisa mencapai tujuh hingga delapan jam bahkan lebih.

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat karena banyak warga yang akhirnya tidak bisa bekerja akibat harus menghabiskan waktu di antrean BBM.

“Kalau tidak antre, kami tidak dapat minyak. Kami heran kenapa sekarang makin sulit. Harusnya Muara Enim sebagai daerah lumbung energi punya keistimewaan, jangan malah dipersulit. Ini seperti ayam mati di lumbung padi,” tegasnya.

Baca juga: Langkah Disperindag Lubuklinggau Usai Antrean BBM Solar Pada Malam Hari Dikeluhkan Para Sopir Lintas

Baca juga: Aturan Beli Solar Hanya Malam Hari di Lubuklinggau Diprotes Sopir Truk, Sebut Dipaksa Melek Demi BBM

Wawan juga menyoroti minimnya SPBU yang melayani BBM Solar di wilayah Muara Enim.

Menurutnya, di Kota Muara Enim hanya terdapat dua SPBU, namun yang menjual BBM Solar hanya satu SPBU yang harus melayani masyarakat Muara Enim hingga Tanjung Enim.

“Jadi sangat tidak masuk akal. Kami minta Pertamina atau pemerintah menambah jumlah SPBU dan pasokan BBM. Bandingkan dengan Kota Prabumulih yang memiliki empat SPBU,” ujarnya.

Sementara itu, pengurus SPBU Kepur, Agus, membenarkan antrean panjang terjadi akibat kerusakan teknis pada salah satu nozel BBM Solar.

Akibat kerusakan tersebut, petugas hanya dapat mengoperasikan satu nozel secara bergantian, padahal sebelumnya dua nozel bisa digunakan sekaligus.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved