Berita Lubuklinggau

Harga Daging Sapi di Lubuklinggau Melonjak, Pedagang Sebut Imbas Dolar Naik dan Pasokan Seret

Harga daging sapi di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau melonjak hingga Rp140.000–Rp150.000 per kg menjelang Iduladha saat ini.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
PEDAGANG DAGING SAPI -- Pedagang daging sapi di Pasar Inpres Lubuklinggau saat menunggu pembeli. Menjelang hari raya Iduladha 1447 H, pedagang mengeluhkan harga sapi yang melonjak menyebabkan omzet turun. 
Ringkasan Berita:
  • Harga daging sapi di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau melonjak hingga Rp140.000–Rp150.000 per kg menjelang Iduladha saat ini.
  • Kenaikan harga ini dikeluhkan pembeli dan membuat keuntungan pedagang menurun hingga 50 persen.
  • Untuk membantu warga, Pemerintah Kota Lubuklinggau menggelar bazar sembako murah bersubsidi.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Harga daging sapi di Pasar Inpres di Kota Lubuklinggau, Sumsel, naik menjelang Hari Raya Iduladha.

Kisaran harganya saat ini mencapai Rp140.000 sampai Rp150.000 per kilogram (kg).

Pantauan Tribunsumsel.com, jumlah pedagang daging sapi dadakan memenuhi jalanan Pasar Inpres Kota Lubuklinggau.

Hampir di sepanjang jalan banyak dijumpai para pedagang daging sapi dadakan dan diserbu pembeli.

Andi, salah satu pedagang, mengungkapkan mahalnya harga daging sapi ini disebabkan karena terdampak dolar yang semakin naik.

"Dari Idulfitri juga belum turun harganya, karena sapi yang kita beli ini sapi berasal dari luar (Lampung)," ungkap Andi kepada wartawan, Selasa (26/5/2026). 

Dia menjelaskan alasan belum stabilnya harga daging sapi di pasaran ini lantaran pasokan daging dari peternakan sedang seret, sementara permintaan malah meningkat.

"Dari pasokan sapinya kurang sih dari jagalnya. Permintaannya naik, pakannya juga naik, operasionalnya segala macam naik. Jadi potongannya (daging) juga ikut naik," ungkapnya.

Andi menyebut mayoritas pelanggan mengeluhkan mahalnya harga daging sapi.

Ia berharap harga daging sapi kembali turuan agar daya beli masyarakat kembali meningkat. 

Sebab, hal tersebut berpengaruh cukup besar bagi keuntungannya yang tergerus hingga 50 persen dari kondisi normal.

"Memang harga daya beli masyarakat itu kurang, jatuh. Kasihan juga warung-warung, kan, kalau hari biasa harganya normal Rp140.000 per kilogram," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Rustam Effendi, mengatakan bahwa Pemkot telah mengadakan bazar murah dalam rangka menyambut Iduladha 1447 H/2026.

Bazar tersebut menggelar sejumlah lapak sembako di antaranya beras SPHP dari Bulog, telur, bawang, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan dapur lainnya.

Rustam mengatakan, ada sejumlah kupon yang dibagikan dari Bank Sumsel Babel untuk masyarakat berbelanja dan mendapatkan potongan harga dari kupon tersebut.

"Kecuali beras, karena beras tersebut sudah disubsidi pemerintah," katanya.

Harapannya, dengan kegiatan tersebut masyarakat dapat terbantu terlebih menjelang perayaan hari besar di mana biasanya harga kebutuhan sehari-hari terjadi kenaikan.

"Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi, semoga bisa terus kita laksanakan untuk membantu masyarakat," ungkapnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved