Berita Pagar Alam

Dampak Maraknya Pendaki Ilegal, BRIGADE Minta Jalur Gunung Dempo Kembali Dibuka

Sejak awal Mei 2026 kemarin, pihak KPH X Dempo Kota Pagar Alam secara resmi menutup jalur pendakian

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Moch Krisna
Sripoku.com/Wawan Septiawan
BRIGADE - Tampak anggota dan Ketua Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) Kota Pagar Alam saat berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj.Bertha terkait rencana pembukaan kembali jalur pendakian puncak Gunung Dempo. 
Ringkasan Berita:
  • Penutupan jalur Gunung Dempo akibat cuaca ekstrem memicu maraknya oknum pendaki ilegal yang naik tanpa izin dan tidak terdata.
  • Pihak BRIGADE meminta jalur segera dibuka kembali agar aktivitas pendaki dapat dipantau demi keselamatan dan mengantisipasi kecelakaan.
  • Wakil Wali Kota Pagar Alam mendukung pembukaan jalur sebelum akhir Mei 2026 seiring menurunnya aktivitas erupsi berdasarkan laporan PVMBG.

 

TRIBUNSUMSEL.COM,PAGAR ALAM -- Sejak awal Mei 2026 kemarin, pihak KPH X Dempo Kota Pagar Alam secara resmi menutup jalur pendakian menuju puncak Gunung Dempo karena faktor cuaca yang ekstrem dan banyaknya pendaki yang terkena hipotermia.

Kondisi ini membuat Pos Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) tutup menyusul ditutupnya aktivitas pendakian. Namun sayangnya, kondisi ini malah dimanfaatkan oleh oknum pendaki nakal yang tetap mendaki meskipun jalur pendakian masih ditutup.

Hal ini membuat pihak BRIGADE tidak bisa mengawasi aktivitas pendaki, pasalnya pendaki ilegal yang naik puncak tidak terdata baik di KPH X Dempo maupun di BRIGADE.

"Kami berharap pihak KPH X Dempo bisa kembali membuka jalur pendakian, hal ini agar pendaki yang akan naik puncak Dempo bisa terdata dan mereka tidak ilegal atau tanpa izin naik puncak Dempo," ujar Dian Saputra, Ketua BRIGADE Kota Pagar Alam.

Permintaan tersebut cukup beralasan, pasalnya para pendaki ilegal yang naik puncak tanpa izin tersebut tidak terdata. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, maka pihak BRIGADE tidak bisa mendapatkan informasi kondisi pendaki.

"Jika terjadi kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan, maka kami tidak akan tahu siapa dan bagaimana kondisi pendaki. Untuk itu lebih baik jalur pendakian kembali dibuka karena saat ini sudah banyak daftar tunggu pendaki yang hendak berwisata di puncak Gunung Dempo," katanya.

BRIGADE sudah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Ida Fitriati, dalam rangka silaturahmi serta rencana pembukaan pendakian Gunung Dempo.

"Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pagar Alam mengatakan untuk segera dibuka sebelum akhir Mei 2026 ini, mengingat laporan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) bahwa kondisi Gunung Api Dempo mengalami penurunan aktivitas erupsi dari periode 1 April 2026 hingga 15 Mei 2026," ungkapnya.

Wakil Wali Kota Pagar Alam pada waktu yang sama juga langsung berkoordinasi dengan UPT KPH Wilayah X Dempo Sumatera Selatan membicarakan untuk pembukaan jalur pendakian.

"Gunung Dempo ini salah satu destinasi wisata yang paling diminati oleh wisatawan, harus didukung mengingat bulan Juni 2026 Kota Pagar Alam akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-25 serta 3 bulan ke depan kita akan menyambut HUT Republik Indonesia yang di mana akan banyak wisatawan yang mendaki Gunung Dempo," katanya.

Wakil Wali Kota Pagar Alam juga menambahkan, berdasarkan pernyataan Gubernur Sumatera Selatan pada pertemuan beberapa waktu yang lalu, bahwa destinasi wisata di Gunung Dempo sudah mulai dibuka semua.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved