Bus ALS Kecelakaan di Muratara
Manifes Penumpang Tak Jelas, Bus ALS yang Kecelakaan di Muratara Diduga Ambil Penumpang di Jalan
Namun saat kejadian, terdapat 18 orang di dalam bus yang terdiri dari 14 penumpang dan empat kru bus.
Penulis: andyka wijaya | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Polda Sumsel masih mendalami jumlah pasti penumpang Bus ALS yang terbakar di Muratara karena data manifes dinilai belum akurat dan diduga ada penumpang gelap.
- Tim DVI juga masih kesulitan mengidentifikasi korban karena baru menerima 11 sampel DNA keluarga, sementara empat lainnya masih ditunggu.
- Polisi mengimbau keluarga yang merasa kerabatnya menumpangi bus tersebut segera melapor ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel terus melakukan pendalaman terkait jumlah penumpang Bus ALS yang mengalami kecelakaan maut hingga terbakar setelah bertabrakan dengan truk tangki di Karang Jaya, Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026).
Pasalnya, manifes penumpang yang diterima hingga kini masih simpang siur.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan data manifes penumpang Bus ALS yang akurat.
Beredar informasi, bus tersebut hanya mengangkut lima penumpang resmi.
Namun saat kejadian, terdapat 18 orang di dalam bus yang terdiri dari 14 penumpang dan empat kru bus.
“Benar, manifesnya masih kita pastikan. Sampai hari ini masih kita dalami,” ungkap Nandang, Jumat (8/5/2026) siang.
Baca juga: Breaking News : Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah, Usai 3 Hari Dirawat Intensif
Baca juga: Ngadiono Diterbangkan Helikopter, 2 Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Dibawa ke Palembang via Darat
Berdasarkan dugaan sementara, Bus ALS tersebut mengambil penumpang di jalan tanpa tiket resmi atau yang biasa disebut penumpang gelap.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pendataan dengan meminta keterangan dari manajemen PO Bus ALS.
“Ya, dugaan sementara bus itu ada mengambil penumpang di jalan,” katanya.
Nandang juga mengatakan, Tim DVI masih mengalami kesulitan dalam pendataan awal identitas korban meninggal dunia.
Hingga kini, Tim DVI baru menerima 11 sampel DNA dari keluarga korban, sementara empat sampel lainnya masih ditunggu.
“Saya mengimbau kepada masyarakat yang merasa keluarganya menumpangi bus tersebut agar segera melapor dan melakukan pengambilan sampel di RS Bhayangkara Moh Hasan,” katanya.
Di tempat yang sama, Plh Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto mengatakan, daftar nama korban meninggal dunia yang sempat diumumkan sebelumnya bukan berdasarkan hasil identifikasi forensik terhadap jenazah.
Data tersebut diperoleh dari berbagai sumber, termasuk informasi keluarga korban.
| Breaking News : Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah, Usai 3 Hari Dirawat Intensif |
|
|---|
| Ngadiono Diterbangkan Helikopter, 2 Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Dibawa ke Palembang via Darat |
|
|---|
| 20 Tahun Jadi Kru Bus ALS, Zulpan Effendi Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Muratara, Keluarga Syok |
|
|---|
| Ngadiono Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS di Muratara Dibawa ke Palembang Menggunakan Helikopter |
|
|---|
| Tangis Haru Ayah Korban Bus ALS Asal Bogor saat Jalani Tes DNA, Berharap Hasil Segera Keluar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tim-DVI-Kesulitan-Indentifikasi-Korban-Kecelakaan-Bus-ALS-di-Muratara-Paling-Cepat-Hasilnya-5-Hari.jpg)