Berita Pali

Kebakaran Hanguskan Rumah Kepsek SMAN 3 Penukal PALI, Tak Ada Barang Tersisa

Kebakaran hebat menghanguskan rumah dua lantai milik Kepala Sekolah SMAN 3 Penukal di Desa Purun, Kabupaten PALI, pada Sabtu (2/5/2026) malam.

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dokumentasi/Warga
KEBAKARAN -- Rumah dua lantai milik Dendi yang merupakan Kepala Sekolah SMAN 3 Penukal, PALI, hangus kebakaran, Sabtu (2/5/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hebat menghanguskan rumah dua lantai milik Kepala Sekolah SMAN 3 Penukal di Desa Purun, Kabupaten PALI, pada Sabtu (2/5/2026) malam.
  • Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun bangunan beserta dokumen penting milik korban hangus terbakar.
  • Pihak Kepolisian Resor PALI masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Kebakaran menghanguskan rumah dua lantai di Dusun Tiga, Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Sumatera Selatan, Sabtu (2/5/2026) malam.

Pemilik rumah adalah Dendi, Kepala Sekolah SMAN 3 Penukal.

Dari rumah yang berada di tepi jalan raya penghubung Purun–Babat tersebut, tampak kobaran api membumbung dari kejauhan.

Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Namun, warga maupun pemilik rumah tidak dapat berbuat karena api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah berbentuk kubus tersebut.

"Warga setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan," kata Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, yang rumahnya masih satu desa.

Disebutkan Joko, api akhirnya berhasil dijinakkan menjelang pagi hari.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, barang-barang dan dokumen penting seperti tidak terpisahkan.

"Rumah itu milik Pak Dendi yang merupakan Kepala Sekolah SMAN 3 Penukal," katanya juga untuk penyebab kebakaran belum tahu apakah arus pendek atau ada hal lainnya.

Kapolres PALI, AKBP Yunar Sirait, melalui Kasat Reskrim, AKP Nasron Junaidi, membenarkan kalau telah terjadi kebakaran di salah satu rumah warga di Desa Purun.

Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan tim masih mencari tahu penyebabnya.

"Ya, semalam terjadinya, tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab masih dalam penyidikan," tandas AKP Nasron Junaidi.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati guna mencegah kejadian serupa.

"Apabila rumah ditinggal, harus diperhatikan saluran pendek, jangan ada yang membahayakan masih terpasang," tandasnya.

Kasat Reskrim Polres PALI, AKP Nasron Junaidi membagikan tips upaya mencegah terjadinya kebakaran :

1. Instalasi listrik

  • Cek kabel & colokan rutin: Ganti kabel yang terkelupas, gosong, atau panas. Jangan tumpuk colokan pakai T cabang berlebihan.
  • Matikan yang tidak dipakai: Cabut charger, setrika, dispenser saat keluar rumah atau tidur.
  • Pakai MCB sesuai beban: Jangan akali sekring yang sering jeglek. Panggil teknisi listrik kalau sering turun.
  • Hindari kabel di bawah karpet: Panas terperangkap dan bisa memicu api.

2. Dapur dan kompor

  • Jangan tinggalkan kompor menyala: Kalau harus angkat telepon atau ke pintu, kecilkan api dulu.
  • Jauhkan kain dan plastik: Lap, tisu, minyak goreng, semprotan serangga harus min 1 meter dari api.
  • Sedia tutup panci : Kalau minyak terbakar, tutup panci untuk matikan api. Jangan siram air ke minyak panas.
  • Cek selang & regulator gas: Ganti selang tiap 2-3 tahun. 
  • Tes kebocoran pakai air sabun, bukan korek. Bau gas = buka jendela, matikan listrik dari meteran, jangan nyalakan saklar.

3. Deteksi dini dan alat pemadam

  • Pasang smoke detector: Taruh di dapur, ruang tengah, dekat kamar. Tes baterainya tiap bulan.
  • Sediakan APAR: Minimal 1 tabung APAR 3 kg jenis ABC di dapur. Belajar cara pakai: Tarik pin, Arahkan selang, Tekan tuas, Sapu ke dasar api.
  • Tahu jalur evakuasi: Pastikan pintu tidak terkunci ganda saat ada orang di rumah. Kunci dekat pintu biar cepat buka.

4. Kebiasaan sehari-hari

  • Matikan lilin dan obat nyamuk bakar: Jangan tidur saat masih menyala. Taruh di alas keramik dan jauh dari gorden.
  • Awasi anak main korek: Simpan korek dan pemantik di tempat tinggi terkunci.
  • Jangan merokok di kasur: Puntung rokok penyebab umum. Sediakan asbak berisi air.
  • Bersihkan area rawan: Tumpukan kertas, bensin motor, dan serbuk gergaji mudah terbakar. Simpan di luar rumah.

5. Saat musim kemarau dan petir

  • Cabut elektronik saat hujan petir: TV dan kulkas rawan kena lonjakan listrik.
  • Pangkas ranting dekat kabel: Ranting kering jatuh ke kabel PLN bisa memicu percikan.
  • Jangan bakar sampah dekat rumah: Angin bisa bawa bara ke atap.

Kalau sudah terlanjur ada api kecil dan tidak bisa ditangani 30 detik, langsung keluar rumah dan telpon 110 untuk bantuan darurat PALI. Nyawa lebih penting dari barang.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved