Hari Kartini 2026

10 Provinsi dengan Jumlah Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Tertinggi, Sumatera Selatan Nomor 9

Masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonseis termasuk di Sumsel yang masuk urutan ke 9, perlu menjadi perhatian kita semua. 

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TribunSumsel.com/NotebookLM
GRAFIS 10 Provinsi dengan kasus kekerasan terhadap perempuan tertinggi dan terendah berdasarkan data Komnas Perempuan 2024, serta data kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan data Kementerian PPPA tahun 2023. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Memperingati Hari Kartini, salah satu perhatian kita yang masih perlu ditangani dengan serius adalah fenomena kekerasan terhadap perempuan yang masih tinggi.

Data dari Komnas Perempuan tahun 2024, menunjukkan ratusan ribu kasus setiap tahun, sementara di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri angkanya juga fluktuatif dan cenderung meningkat.

Data Kasus Nasional dihimpun dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)
Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2024, menyajikan data kasus kekerasan terhadap perempuan berdasarkan masing-masing provinsi.

10 Provinsi dengan Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Tertinggi

Jawa Barat 63.001
Jawa Timur 46.179
Jawa Tengah 44.790
Sumatera Utara 18.934
Lampung 14.293
DKI Jakarta 13.811
Sulawesi Selatan 13.275
Banten 13.275
Sumatera Selatan 10.993
Sumatera Barat 8.925

10 Provinsi dengan Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terendah

Papua Selatan 0
Papua Tengah 1
Papua Pegunungan 5
Papua Barat Daya 20
Papua Barat 564
Maluku 1.003
Nusa Tenggara Timur 1.108
Papua 1.138
Kalimantan Utara 1.167


Faktor Pelaporan Tinggi dan Rendah

Pelaporan Tinggi
* Populasi penduduk lebih besar
* Akses Pelaporan lebih terbuka
* Infrasturktur digital dan layanan lebih tersedia
* perlu penguatan layanan dan pendampingan korban
* Pengetahuan korban dan pendamping lebih baik


Pelaporan Rendah
* Belum tentu kasus sedikit
* Akses pelaporan masih terbatas
* Layanan pendampingan belum merata
* Kapasitas pendokumentasian kasus masih terbatas
* Akses informasi terbatan memengaruhi pengetahuan korban untuk melapor

Jumlah ini tidak hanya mencerminkan banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan namun juga indikator terbatasannya layanan dan akses di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)

Sumatera Selatan Masuk No 9 Tertinggi

Masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonseis termasuk di Sumsel yang masuk urutan ke 9, perlu menjadi perhatian kita semua. 


Di Sumatera Selatan, data dari PPPA Tahun 2025 tercatat sekitar 591 kasus dengan 628 korban Tahun sebelumnya sekitar 460 kasus, Jenis terbanyak adalah kekerasan seksual

Artinya, memang ada tren tinggi, bahkan bisa disebut “gunung es” (yang terlihat hanya sebagian kecil dari kenyataan).

Mengapa kasus masih tinggi?
Penyebab pertama, adanya

 1. Budaya patriarki & relasi kuasa tidak setara. Masih kuatnya budaya yang menempatkan perempuan ebagai pihak “lemah” membuat perempuan rentan dikontrol kekerasan dianggap “urusan rumah tangga”. Ini menyebabkan banyak kasus terjadi di dalam rumah (KDRT).

2. Kekerasan banyak terjadi di lingkup terdekat

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved