Berita Musi Rawas
Demi Bertahan Hidup, Warga Musi Rawas Gotong Royong Perbaiki Jalan yang Rusak Parah
Kondisi ini sangat dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil kebun.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Sembatu Jaya, Musi Rawas, bergotong royong memperbaiki jalan rusak agar aktivitas dan distribusi logistik tetap berjalan.
- Kondisi jalan berlumpur hingga 30–40 cm membuat hanya kendaraan tertentu yang bisa melintas, sementara hasil kebun banyak terhambat.
- Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan agar ekonomi dan aktivitas masyarakat kembali lancar.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Demi mempertahankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan hidup, warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan desa yang rusak parah.
Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan pengangkut logistik dan hasil kebun warga tetap bisa masuk ke desa, sehingga pasokan kebutuhan pokok tidak terputus.
“Warga sering gotong royong memperbaiki jalan ini agar mobil dan aktivitas masyarakat tetap lancar,” ujar Dedi, salah satu warga, Selasa (14/4/2026).
Meski telah diperbaiki secara swadaya, kondisi jalan masih sulit dilalui. Hanya kendaraan tertentu, seperti mobil yang sudah dimodifikasi, yang dapat melintas. Sementara sepeda motor harus memutar melalui kebun sawit milik warga.
“Walaupun sudah diperbaiki, hanya kendaraan yang dimodifikasi yang bisa lewat. Kendaraan standar berisiko terjebak,” ungkapnya.
Baca juga: Akses Ekonomi Nyaris Putus, Warga Payaraman Ogan Ilir Keluhkan Jalan Rusak yang Penuh Lumpur
Baca juga: Sindiran Warga Muba Bangun Jembatan Darurat dan Memancing di Jalan Rusak, Kadis PUPR Janji Perbaiki
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang masih berupa tanah merah menjadi berlumpur dan licin saat musim hujan. Bahkan, kedalaman lumpur di beberapa titik mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
“Lumpurnya dalam, banyak kendaraan yang terjebak. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, kondisi jalan semakin parah,” katanya.
Kondisi ini sangat dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil kebun.
“Banyak hasil kebun yang akhirnya busuk karena tidak bisa dibawa keluar,” tambahnya.
Menurut Dedi, kerusakan jalan sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir, namun masalah serupa kerap dialami warga setiap musim hujan karena jalan masih berupa tanah.
Untuk itu, warga berharap adanya perhatian dan perbaikan dari pemerintah agar akses utama tersebut bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas dan perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.
“Ini akses jalan utama bagi masyarakat. Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar jalan ini bisa dilalui dengan baik,” tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Kronologi Pelajar di Musi Rawas Kecelakaan, Motornya Adu Kambing dengan Angkot Guru, Ngebut & Oleng |
|
|---|
| Hendak Sekolah, Pelajar di Musi Rawas Kecelakaan, Motornya Adu Kambing dengan Angkot yang Bawa Guru |
|
|---|
| Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Musi Rawas Terus Naik, Terdampak Pasokan Belum Maksimal |
|
|---|
| Kecelakaan Saat Kejar Jambret yang Ambil HP dan Dompetnya, Wanita di Musi Rawas Alami Luka Parah |
|
|---|
| Ular Kobra 1,5 Meter Masuk Kantor Bappeda Musi Rawas, Sembunyi di Saluran Pembuangan Kamar Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Demi-Bertahan-Hidup-Warga-Musi-Rawas-Gotong-Royong-Perbaiki-Jalan-yang-Rusak-Parah.jpg)