Berita OKI
Terdampak Harga Plastik Naik 100 Persen, Produsen Bolu Cupu Khas Kayuagung OKI Naikkan Harga Jual
Produsen Bolu Cupu Ning Mas Kalung di Kayuagung OKI terpaksa menaikkan harga jual demi menutupi mahalnya ongkos kemasan mika yang kian mencekik.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Produsen Bolu Cupu Ning Mas Kalung di Kayuagung OKI terpaksa menaikkan harga jual demi menutupi mahalnya ongkos kemasan mika yang kian mencekik.
- Harganya naik sebesar Rp5.000 menjadi Rp40 ribu per cup isi 25 buah bolu sejak bulan Ramadan lalu.
- Kenaikan harga plastik sangat berdampak pada keuntungan ataupun penghasilan dari para pedagang makanan, minuman, dan UMKM.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Harga plastik yang kian melambung akibat tensi geopolitik global, dampaknya kini mulai dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Salah satunya dialami produsen Bolu Cupu Ning Mas Kalung yang ada di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, terpaksa menaikkan harga jual demi menutupi mahalnya ongkos kemasan mika yang kian mencekik.
Bolu Cupu adalah kuliner tradisional paling ikonik khas Kayuagung, OKI, yang dikenal dengan tekstur lembut, rasa manis, dan proses pembuatan tradisional.
Dikatakan pemilik UMKM Bolu Cupu Hikmah, Ning Mas, kenaikan harga jual sudah mulai diberlakukan sejak bulan suci Ramadan lalu.
Hal ini disebabkan naiknya harga mika atau wadah plastik yang menjadi kemasan utama bolu cupu.
"Kami terpaksa menaikkan harga jual bolu cupu jadi Rp40 ribu per cup isi 25 buah bolu. Padahal sebelumnya harga per cup itu masih Rp35 ribu," ujar Ning Mas saat ditemui Jumat (10/4/2026) pagi.
Baca juga: Harga Nasi Padang di Banyuasin Kompak Naik Jadi Rp15 Ribu/Porsi, Dampak Bahan Pokok & Plastik Naik
Menurutnya, kenaikan sebesar Rp5.000 berlaku merata untuk semua jenis produknya, baik yang memakai bahan telur ayam maupun telur bebek.
"Baik kemasan kecil atau besar, semua naik Rp5.000. Ini karena harga cup mika memang sudah naik lebih dulu," jelasnya.
Ning Mas mengaku sebenarnya merasa berat hati harus menaikkan harga jual kepada pelanggan setianya. Namun, ia tidak punya pilihan lain karena biaya operasional dan harga bahan baku lainnya juga tidak kunjung turun.
"Sebenarnya berat, tapi bagaimana lagi. Harga beli cup mika naik, harga bahan baku pembuatan bolu juga terpaksa ikut naik. Kalau tidak dinaikkan, kita tidak bisa menutupi biaya produksi," imbuhnya.
Setiap harinya, dapur Bolu Cupu Hikmah tetap mengepul dengan menghabiskan puluhan kilogram telur, tepung terigu, dan gula pasir untuk memenuhi permintaan pasar.
Menariknya, meski harga mengalami kenaikan, kecintaan terhadap kudapan manis ini tidak luntur.
Bolu cupu ini tetap menjadi buruan, baik oleh warga lokal maupun para pegawai di lingkungan Pemkab OKI.
"Alhamdulillah, penjualan masih tetap ramai dan stabil seperti biasa. Pelanggan tetap banyak yang beli meskipun harga naik Rp5.000," kata Ning Mas dengan nada syukur.
Dalam pemberitaan sebelumnya, tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga komoditas plastik mencapai 2 kali lipat atau 100 persen dalam kurun waktu sebulan terakhir.
| Kabar Gembira, 9.621 ASN dan PPPK di OKI Terima Gaji ke-13, Pemkab Gelontorkan Dana Rp 45,54 Miliar |
|
|---|
| Kebakaran Hanguskan Rumah Panggung di OKI, Pemilik Alami Luka Bakar di Kaki |
|
|---|
| Purnatugas Usai 39 Tahun Mengabdi, Iptu Reliyanto Dapat Hadiah Sepasang Kambing dari Kapolres OKI |
|
|---|
| Mobil Toyota Calya Hangus Terbakar Saat Terparkir di Garasi Rumah Panggung di OKI, Warga Panik |
|
|---|
| 357 Ribu Kendaraan Padati Tol Trans-Sumatra Selama Libur Panjang, Alami Kenaikan 20 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Terdampak-Harga-Plastik-Naik-100-Persen-Produsen-Bolu-Cupu-Khas-Kayuagung-OKI-Naikkan-Harga-Jual.jpg)