Berita Musi Banyuasin

Pom Mini di Muba Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Pemilik Mencapai Rp60 Juta

Sebuah unit usaha pom mini ludes terbakar pada Sabtu pagi (28/3/2026) di Desa Karya Maju, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Tayang:
sripoku/Fajri Ramadhoni
POM MINI TERBAKAR - Kondisi warung sekaligus pom mini di Desa Karya Maju, Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin, usai terbakar pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu percikan listrik saat pengisian bahan bakar, menyebabkan kerugian sekitar Rp60 juta tanpa korban jiwa. 
Ringkasan Berita:
  • Akibat percikan api dari colokan listrik terjadi kebakaran yang menghanguskan sebuah pom mini di Desa Karya Maju, Keluang, Muba. 
  • Api sempat membesar karena menyambar stok Pertalite dan Solar, namun berhasil dipadamkan warga sebelum merembet ke pemukiman.
  • Meski tidak ada korban jiwa, pemilik pom mini, mengalami kerugian hingga Rp60 juta.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Sebuah unit usaha pom mini ludes terbakar pada Sabtu pagi (28/3/2026) di Desa Karya Maju, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik saat proses pengisian bahan bakar.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Nurul, yang melihat kobaran api muncul saat aktivitas pengisian BBM sedang berlangsung.

"Saat itu pemilik toko mau mengisi minyak ke dalam pom, tapi tahu-tahu keluar api, kemudian ia memanggil saya," ujar Ulung, salah seorang karyawan toko di lokasi kejadian.

Kronologi dan Penyebab Api

Kabid Damkar Muba, Dendi Suhendar, menjelaskan bahwa dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik saat pengisian bahan bakar dilakukan dari drum ke mesin pom mini.

"Saat itu pemilik sedang memindahkan BBM dari drum ke mesin pom mini. Diduga ada percikan dari colokan listrik yang kemudian menyambar bahan bakar di sekitar lokasi," ungkap Dendi.

Api dengan cepat membesar lantaran di area tersebut terdapat stok bahan bakar jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar.

Kondisi ini sempat memicu kepanikan warga sekitar karena kobaran api merambat sangat cepat.

Beruntung, api tidak sampai merambat ke bangunan lain berkat aksi sigap warga sekitar.

"Api berhasil dipadamkan berkat bantuan masyarakat dan tidak menyambar ke daerah lainnya. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat melakukan aktivitas dengan bahan mudah terbakar. Pastikan sumber api atau listrik berada jauh dari bahan bakar," tambahnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pemilik warung yang diketahui bernama Riko mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp60 juta.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved