Berita OKI
Jadwal Warga Bisa Nabung Sampah di Kantor PKK dan DLH OKI, Hasil Saldonya Bisa Ditukar Uang
Masyarakat kini dapat menabung sampah di kantor PKK atau DLH OKI pada jadwal yang telah ditentukan dan bisa ditukar dengan uang tunai.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Masyarakat kini dapat menabung sampah di kantor PKK atau DLH OKI pada jadwal yang telah ditentukan untuk mendapatkan saldo yang bisa ditukar dengan uang tunai.
- Ini adalah langkah yang dilakukan sebab Kabupaten OKI dinilai sudah dalam kondisi darurat sampah.
- Program ini sebagai solusi mengubah limbah yang selama ini dianggap beban, menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Menghadapi status darurat sampah yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengambil langkah mengubah plastik dan logam menjadi pundi-pundi rupiah.
Melalui terobosan terbaru, Pemkab OKI menggagas Bank Sampah PKK Lestari.
Program ini sebagai solusi mengubah limbah yang selama ini dianggap beban, menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.
Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI, Muktaqid, upaya ini merevolusi perilaku masyarakat.
Selama ini, pola yang diterapkan yaitu kumpul-angkut-buang yang justru sangat membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Melalui bank sampah, kita dorong perubahan menjadi kumpul, pilah, angkut, dan baru dibuang. Dengan begitu, beban TPA bisa berkurang drastis," jelas Muktaqid pada Sabtu (28/3/2026) pagi.
Selain itu, ia mengajak masyarakat yang ingin menabung sampah dan mendapat penghasilan tambahan bisa mendatangi kantor PKK Kabupaten OKI setiap Selasa dan Kamis pukul 10.00–12.00 WIB.
Serta di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKI dengan jadwal setiap Jumat pukul 09.00–11.30 WIB.
Menurutnya, konsep bank sampah cukup unik. Masyarakat diajak untuk menabung sampah yang sudah dipilah dari rumah seperti plastik, kertas, dan logam.
"Sampah-sampah tersebut nantinya akan ditimbang dan dicatat di buku tabungan. Saldonya bisa ditukar dengan uang tunai atau manfaat ekonomi lainnya," ujarnya.
Ditegaskan Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, langkah ini dilaksanakan akibat melihat kondisi pengolahan sampah yang sudah masuk dalam tahap yang mengkhawatirkan.
"Kita berada dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, diperlukan gerakan bersama dari semua pihak untuk mengatasinya," kata Bupati.
Diuraikan dengan semangat mengelola sampah, diharapkan Bumi Bende Seguguk tak hanya menjadi lebih bersih, tetapi lebih sejahtera secara ekonomi.
"Kami berharap bank sampah ini dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi sekolah, instansi pemerintah (OPD), hingga tingkat desa dan kecamatan," pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK OKI, Ike Muchendi, menyatakan program ini tidak eksklusif bagi pengurus PKK saja, namun terbuka lebar untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin mengajak masyarakat OKI menjadi nasabah bank sampah dan berkontribusi menjaga lingkungan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi keluarga," pungkasnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Sakit Hati, Ferdiyan Warga OKI Tikam Tetangga yang Lagi Duduk di Teras, Korban Kritis |
|
|---|
| Sebulan Buron, Pencuri Ratusan Alat Suntik di Puskesmas SP Padang OKI Ditangkap Polisi |
|
|---|
| 267 Pegawai ASN OKI Bolos Kerja di Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran, Akan Kena Sanksi |
|
|---|
| Berpapasan dengan Polisi di Jalan, Mahasiswa Curi Motor di OKI Ditangkap 2 Jam Usai Beraksi |
|
|---|
| Jelang Lebaran, Harga Karet di OKI 16 Maret 2026 Tembus Rp 14.400/ Kg, Petani Sebut Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jadwal-Warga-OKI-Bisa-Nabung-Sampah-di-Kantor-PPP-dan-DLH-Hasilnya-Bisa-Ditukar-Uang.jpg)