Berita OKI

Jelang Lebaran, Harga Karet di OKI 16 Maret 2026 Tembus Rp 14.400/ Kg, Petani Sebut Stabil

Harga tersebut terpantau belum mengalami perubahan berarti atau masih "jalan di tempat" dalam satu pekan terakhir di tingkat pengepul.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com
Para petani di wilayah Kecamatan Mesuji Raya saat menjual getah karet mingguan di angka Rp 14.400 per kilogram. 

Ringkasan Berita:
  • Harga karet jelang lebaran di OKI terpantau stabil
  • Di wilayah Kecamatan Mesuji Raya para petani kini menjual getah karet mingguan di angka Rp 14.400 per kilogram.
  • Bahkan di beberapa titik, ada yang mengklaim harga sudah menyentuh angka yang jauh lebih tinggi

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Masuki pekan terakhir bulan ramadan atau jelang lebaran, harga jual getah karet di tingkat petani di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpantau masih menunjukkan tren yang stabil namun belum merata.

Seperti halnya di wilayah Kecamatan Mesuji Raya para petani kini menjual getah karet mingguan di angka Rp 14.400 per kilogram.

Harga tersebut terpantau belum mengalami perubahan berarti  dalam satu pekan terakhir di tingkat pengepul.

Salah seorang petani setempat, Rifa'i mengungkapkan bahwa harga Rp 14.400 tersebut merupakan patokan untuk hasil getah karet dengan durasi penyadapan satu hingga dua mingguan.

"Harga karet mingguan sekarang Rp 14.400 per kilo. Selama satu minggu terakhir ini hitungannya masih stabil," ungkap Rifa'i kepada wartawan pada Senin (16/3/2026) siang.

Meski grafik harga belum tunjukkan lonjakan yang menggembirakan, namun semangat para petani untuk turun ke kebun tidak surut.

Aktivitas penyadapan tetap berjalan rutin setiap pagi. Hal ini lantaran komoditas karet masih menjadi tumpuan hidup utama mayoritas masyarakat di wilayah tersebut.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Karet di OKU Timur Naik Tembus Rp15.900/Kg, Produksi Justru Turun Akibat Cuaca

Terlebih lagi, saat ini warga memutar otak mengumpulkan pundi-pundi rupiah guna memenuhi kebutuhan hari raya Idul Fitri yang sudah di depan mata.

"Aktivitas penyadapan masih berjalan seperti biasa. Apalagi sekarang memang harus rajin  mengumpulkan uang menyambut perayaan lebaran," tuturnya.

Namun, di balik harga yang stabil terselip rasa heran dibenak petani. Rifa'i mengaku sempat mendengar selentingan adanya perbedaan harga yang cukup mencolok antara satu desa dengan desa lainnya.

Bahkan di beberapa titik, ada yang mengklaim harga sudah menyentuh angka yang jauh lebih tinggi.

"Di tempat lain itu kami dengar ada yang sudah Rp 16.000 per kilonya, tapi ada juga yang masih Rp 13.500 per kilo," katanya.

Kondisi inilah yang memicu tanda tanya di kalangan petani di Desa Sumbu Sari dan sekitarnya.

"Jadi agak heran juga kenapa bisa beda-beda harganya. Sementara di tempat kami harga tidak naik-naik, masih di angka itu saja," keluh dia.

Besar harapan para petani agar pemerintah atau pihak terkait dapat memantau stabilitas harga agar merata di berbagai daerah, khususnya di wilayah Bumi Bende Seguguk.

Mereka berharap, sebelum lebaran tiba, ada kado manis berupa kenaikan harga karet signifikan.

"Harapannya tentu harga karet masih bisa naik lagi. Kalau bisa sama-sama tinggi di semua tempat, supaya petani lebih terbantu ekonominya menjelang Idul Fitri," pungkasnya.

Baca berita lainnya di google news

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved