Berita Pagar Alam

Macet di Wisata Gunung Dempo Pagar Alam Dikeluhkan Warga, Berharap Solusi Parkir

Memasuki H+2 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan objek wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam mulai dipadati wisatawan, Senin (23/3/2026).

Sripoku.com/Wawan Septiawan
MACET -- Pada H+2 Idulfitri 1447 H, kawasan wisata Gunung Dempo mulai dipadati wisatawan. Bahkan, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut terpantau padat merayap, Senin (23/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Objek wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam mulai dipadati wisatawan pada H+2 Idulfitri, Senin (23/3/2026).
  • Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, telah merencanakan pembuatan rest area di sejumlah titik di kawasan tersebut namun terkendala lahan.
  • Warga mengeluhkan macet dan berharap adanya kantong parkir di kawasan Gunung Dempo agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sepanjang jalur utama.

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM -- Memasuki H+2 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan objek wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam mulai dipadati wisatawan, Senin (23/3/2026).

Di beberapa titik, kemacetan dan penumpukan kendaraan baik roda dua maupun roda empat sudah mulai terlihat.

Kondisi ini kerap terjadi saat volume wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Dempo meningkat pesat.

Terutama saat libur hari besar, mulai dari Tahun Baru hingga libur Idulfitri, hampir di sepanjang jalur wisata Gunung Dempo selalu terjadi penumpukan kendaraan.

Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, telah merencanakan pembuatan rest area di sejumlah titik di kawasan tersebut. 

Namun, karena lahan kebun teh merupakan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN Regional 7, diperlukan berbagai regulasi untuk merealisasikan pembangunan tersebut.

Romi (27), salah satu wisatawan asal Kabupaten Muara Enim, mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman selalu berwisata ke Gunung Dempo setiap musim libur tiba.

"Kami setiap tahun main ke sini, tapi belum ada perubahan. Selalu saja terjadi kemacetan di sepanjang jalan Gunung Dempo ini. Akibatnya, kita tidak bisa menikmati indahnya alam dan sejuknya udara karena tidak ada lokasi parkir," ujarnya.

Senada dengan hal itu, Sandi (28), wisatawan lainnya, mengungkapkan bahwa seharusnya di kawasan Gunung Dempo tersedia kantong-kantong parkir agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sepanjang jalur utama.

"Jika kondisinya seperti ini, wisatawan terpaksa parkir di sembarang tempat yang akhirnya memicu macet. Kami pun terpaksa berwisata di dalam mobil sambil menikmati kemacetan," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah menjelaskan bahwa Pemkot Pagar Alam sudah merencanakan pembuatan rest area di beberapa titik strategis.

Namun, belum adanya kesepakatan antara PTPN sebagai pemegang HGU lahan dengan pihak Pemkot membuat rencana tersebut belum terealisasi.

"Kami dari Pemkot Pagar Alam masih berusaha agar rest area tersebut bisa terwujud. Hal ini dilakukan demi kenyamanan para wisatawan saat berkunjung ke Gunung Dempo," tegas Wali Kota.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved