Berita Ogan Komering Ilir

Sterilkan Jalintim OKI dari Truk Tonase Besar Jelang Lebaran, Satlantas Polres OKI Paksa Putar Balik

Polres OKI memberlakukan penyekatan dan beri teguran keras kendaraan angkutan barang bertonase besar putar balik demi menjamin kelancaran arus mudik

Tayang:
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
Petugas satlantas Polres Ogan Komering Ilir saat meminta para supir truk besar untuk menepikan kendaraan di area gedung olahraga (GOR) biduk kajang Kecamatan Kayuagung. 
Ringkasan Berita:
  • Polres OKI mulai memberlakukan penyekatan dan memberikan teguran keras kendaraan angkutan barang bertonase besar untuk putar balik demi menjamin kelancaran arus mudik pada Minggu (15/3/2026) siang.
  • Kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar menindak, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menempuh perjalanan menuju kampung halaman.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Tidak ada ampun bagi truk sumbu tiga atau lebih yang nekat melintas di jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjelang arus mudik dan balik lebaran.

Satuan lalulintas Polres OKI mulai memberlakukan penyekatan ketat dan memberikan teguran keras bagi kendaraan angkutan barang bertonase besar untuk putar balik demi menjamin kelancaran arus mudik pada Minggu (15/3/2026) siang.

Langkah tegas dipimpin langsung Kasat Lantas Polres OKI, AKP Oke Panji Wijaya. Personel di lapangan menyisir setiap kendaraan besar yang melintas di ruas jalan arteri Sumatera tersebut untuk memastikan tidak ada hambatan bagi para pemudik pribadi.

Kasat Lantas Polres OKI, AKP Oke Panji Wijaya menjelaskan langkah ini tindak lanjut dari surat keputusan bersama (SKB) pemerintah terkait pembatasan operasional angkutan barang yang berlaku 13 hingga 29 Maret 2026.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap jenis kendaraan, muatan, hingga administrasi pengemudi. Jika ditemukan kendaraan sumbu 3 atau lebih yang masih beroperasi di masa pembatasan, kami arahkan untuk putar balik atau menunggu di kantong parkir hingga masa pembatasan berakhir," tegas Oke.

Menurutnya, jalintim Sumatera di wilayah OKI merupakan jalur krusial yang  menghubungkan antarprovinsi.

"Jika truk besar tetap melintas di puncak arus mudik dan arus balik, potensi kemacetan parah dan kecelakaan lalulintas akan meningkat drastis," ungkapnya.

Ditambahkan Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto berkomitmen untuk ciptakan situasi kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas) yang aman dan kondusif.

"Pembatasan ini sudah diatur secara nasional. Kami mengimbau pengusaha transportasi dan sopir truk mematuhi aturan ini demi kepentingan bersama," pesannya.

Ditegaskan bila kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar menindak, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menempuh perjalanan menuju kampung halaman.

"Selain melakukan penyekatan, personel Satlantas Polres OKI juga memberikan edukasi bagi para pengemudi terjaring. Petugas ingatkan pentingnya mengecek kelayakan kendaraan dan kondisi fisik sebelum berangkat," bebernya.

Dengan sterilisasi kendaraan sumbu tiga ini, diharapkan wilayah Bumi Bende Seguguk tetap lancar, tertib dan aman bagi jutaan pemudik yang akan merayakan lebaran bersama keluarga.

"Kami ingatkan para sopir untuk tidak memaksakan perjalanan jika lelah. Keselamatan adalah yang utama," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved