Berita OKI
OKI Jadi Peringkat ke 2 Tertinggi Dalam Kasus Kejahatan Siber di Sumsel, Saldo Rekening Bisa Lenyap
Masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini harus ekstra waspada saat bermain ponsel dan melakukan transaksi digital.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Kabupaten OKI menempati peringkat kedua tertinggi kasus kejahatan siber di Sumsel.
- Data tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi kejahatan siber oleh OJK bersama Polda Sumsel dan Pemkab OKI, yang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
- Warga diimbau tidak sembarangan mengklik tautan asing, menjaga data pribadi di media sosial, serta segera melapor jika menjadi korban.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini harus ekstra waspada saat bermain ponsel dan melakukan transaksi digital.
Pasalnya, OKI menduduki peringkat kedua tertinggi dalam kasus kejahatan siber di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Data ini terungkap dalam kegiatan edukasi kejahatan siber yang digelar OJK Sumsel bersama Polda Sumsel dan Pemkab OKI yang berlangsung di ruang rapat bende seguguk (RRBS) sekretariat daerah pada Kamis (12/3/2026) siang.
Berdasarkan data OJK Perwakilan Sumsel per Januari 2026, tercatat ada 590 laporan kejahatan siber yang berasal dari Kabupaten OKI.
Angka ini menempatkan OKI tepat di bawah Kota Palembang berada di posisi puncak ada 4.182 laporan.
Posisi selanjutnya di bawah OKI ada Banyuasin 570 laporan, Muara Enim 543 laporan dan Musi Banyuasin sebanyak 437 laporan.
Perwakilan OJK Sumsel, Astawati mengingatkan dengan kemudahan transaksi lewat smartphone bak pisau bermata dua.
Jika tidak hati-hati, saldo di rekening bisa ludes dalam hitungan detik.
"Berbagai modus penipuan sering digunakan pelaku memperdayai korban. Ada tautan (link) undangan pernikahan, hingga penipuan yang mencatut nama institusi resmi seperti Disdukcapil atau Kantor Pajak," ungkap Astawati.
Asmawati menegaskan kelengahan sedikit saja dalam mengklik tautan asing bisa berakibat fatal.
"Jika tidak waspada, dalam waktu sekejap saldo bisa terkuras cepat," tambahnya.
Baca juga: Pengamanan Pilkada 2024, Satgas Gakkum Polres Muara Enim Monitor Kejahatan Siber
Baca juga: Dinkominfo Muba Koordinasi dan Konsultasi ke Badan Siber Sandi Negara, Lindungi Data
Dalam paparannya Subdit 5 Panit 3 Kejahatan Siber Dit Intelkam Polda Sumsel, Bobby menyebut penting Gerakan Sumsel Anti-Scam.
Ia mengimbau warga yang sudah terlanjur menjadi korban untuk tidak menunggu lama dan segera melapor.
"Masyarakat yang menjadi korban agar segera melapor ke OJK. Semakin cepat laporan diberikan, peluang dana kerugian yang dapat diselamatkan semakin besar," jelas Bobby.
| Wanita 51 Tahun di Tulung Selapan OKI Ditangkap Polisi, Simpan Puluhan Ekstasi Siap Edar |
|
|---|
| Polsek Pedamaran Timur Ratakan Lapak Judi Sabung Ayam di Kayulabu, Ancaman 9 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pengedar Sabu di Lempuing OKI Diciduk Polisi saat Sembunyi di Kamar Mandi, 11 Paket Sabu Diamankan |
|
|---|
| Menolak Punah, Pengrajin Gerabah di Kedaton OKI Tetap Eksis, Dijual Hingga ke Luar Daerah |
|
|---|
| Diterjang Angin Kencang, Pohon Kapuk Ukuran Raksasa di OKI Tumbang, Listrik Padam dan Jalan Tertutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/OKI-Jadi-Peringkat-ke-2-Tertinggi-Dalam-Kasus-Kejahatan-Siber-di-Sumsel-Saldo-ATM-Lenyap-Sekejap.jpg)