Berita Pemkab OKU Timur
Pastikan Keamanan Daging Jelang Lebaran, 5.000 Ternak di OKU Timur Sudah Divaksin PMK
5.000 ekor ternak di OKU Timur telah divaksin selama periode Januari hingga Maret 2026 untuk memastikan kesehatan hewan tetap terjaga.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pemkab OKU Timur melalui Diskanak telah memvaksin 5.000 ekor ternak untuk mencegah penyebaran PMK.
- Vaksinasi menyasar sapi, kerbau, dan domba milik masyarakat di berbagai kecamatan.
- Hingga kini OKU Timur masih bebas kasus PMK, namun langkah pencegahan terus dilakukan menjelang Ramadan dan Idulfitri.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Menjelang meningkatnya kebutuhan daging selama Ramadan hingga Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten OKU Timur memperkuat langkah pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sebanyak 5.000 ekor ternak milik masyarakat telah divaksin selama periode Januari hingga Maret 2026 untuk memastikan kesehatan hewan tetap terjaga.
Program vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) Kabupaten OKU Timur sebagai bagian dari upaya perlindungan sektor peternakan sekaligus menjaga keamanan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur, Yunihariyanto, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Untung Sutoyo, menjelaskan bahwa vaksinasi PMK merupakan program nasional yang harus dijalankan pemerintah daerah guna mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan ternak.
“Program vaksinasi PMK ini merupakan instruksi pemerintah pusat. Tujuannya untuk melindungi sektor peternakan dari ancaman penyakit menular yang dapat merugikan peternak dan mengganggu ketersediaan pangan,” ujar Untung Sutoyo, Rabu (11/3/2026).
Menurut Untung, vaksinasi menyasar berbagai jenis ternak yang dipelihara masyarakat, terutama sapi, kerbau, dan domba yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ternak tetap sehat dan aman dikonsumsi masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya permintaan daging saat Ramadan dan Idulfitri.
“Kami ingin memastikan ternak yang menjadi sumber pangan masyarakat berada dalam kondisi sehat. Dengan vaksinasi PMK, daya tahan ternak terhadap virus dapat meningkat sehingga risiko penularan bisa ditekan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Diskanak membentuk tim khusus yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi.
Tim tersebut mendatangi peternak hingga ke wilayah pedesaan agar layanan kesehatan hewan dapat menjangkau lebih banyak ternak.
Metode jemput bola ini sengaja dilakukan agar para peternak tidak perlu datang ke kantor dinas untuk mendapatkan layanan vaksinasi.
“Kami mendatangi langsung para peternak di desa-desa. Cara ini lebih efektif karena banyak peternak yang memiliki keterbatasan akses untuk datang ke kantor dinas,” tambah Untung.
Ia juga menegaskan bahwa vaksin hanya diberikan kepada ternak yang dalam kondisi sehat dan telah berumur minimal dua minggu.
Hal tersebut dilakukan agar vaksin dapat bekerja secara optimal dalam membentuk kekebalan terhadap virus PMK.
| Bupati Lanosin Hadiri Forum Nasional, OKU Timur Perkuat Komitmen Kinerja Daerah |
|
|---|
| Kulintang OKU Timur Tampil Memukau, Sumbagsel Satukan Langkah di Griya Agung |
|
|---|
| Cegah Asap di OKU Timur, Bupati Lanosin Hadiri Rakor Karhutbunlah Sumsel Bersama Herman Deru |
|
|---|
| Antisipasi Karhutla Diperkuat, Bupati OKU Timur Tekankan Pencegahan Lebih Dini |
|
|---|
| Bupati Enos Lepas 123 Calon Jemaah Haji Kloter 3,Tekankan Disiplin &Kepatuhan Selama di Arab Saudi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pastikan-Keamanan-5000-Ternak-di-OKU-Timur-Sudah-Divaksin-PMK-Jelang-Lebaran.jpg)