Remaja di OI Tewas Usai Latihan Silat

Remaja di Ogan Ilir Tewas Usai Latihan Pencak Silat, 2 Orang Saksi Diperiksa Polisi

Polisi sedang memeriksa dua orang saksi perkara dugaan penganiayaan murid perguruan silat di Rantau Alai, Ogan Ilir.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Agung Dwipayana
PROSES PEMERIKSAAN - Situasi di depan gedung Satreskrim Polres Ogan Ilir, Rabu (4/3/2026) petang. Polisi sedang memeriksa dua orang saksi perkara dugaan penganiayaan murid perguruan silat di Rantau Alai. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi dari Polres Ogan Ilir memeriksa dua saksi murid perguruan silat berinisial NP dan DK terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan Alex Saputra (15).
  • Selain itu, seorang bidan desa juga dimintai keterangan untuk mengetahui kondisi luka korban.
  • Salah satu saksi menyebut korban dipukul saat latihan pernapasan, dan mengaku dirinya juga dipukul namun tidak separah korban.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Polisi sedang memeriksa dua orang saksi perkara dugaan penganiayaan murid perguruan silat di Rantau Alai, Ogan Ilir.

Dua orang yang diperiksa ialah sesama murid perguruan silat berinisial NP dan DK.

Adapun korban meninggal dunia diketahui bernama Alex Saputra (15 tahun).

Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori mengatakan, para saksi diperiksa dengan didampingi orang tua masing-masing.

"Masih proses pemeriksaan saksi-saksi dalam tindak lanjut laporan dugaan penganiayaan. Satres PPA-PPO yang menanganinya," kata Herman di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Kronologi Remaja di Ogan Ilir Tewas Usai Ikuti Latihan Pencak Silat, Orangtua Panik Anaknya di RS

Baca juga: Breaking News: Remaja di Ogan Ilir Tewas Usai Latihan Pencak Silat, Tulang Lengan & Punggung Retak

Selain dua orang murid perguruan silat, polisi juga memeriksa seorang bidan desa berinisial WW yang mengetahui kondisi luka dialami korban.

"Nanti dari keterangan saksi-saksi itu akan diketahui apa yang sebenarnya terjadi. Kita tunggu saja," ucap Herman.

Sebelum diminta keterangan oleh polisi, salah seorang saksi berinisial NP membenarkan adanya penganiayaan yang dialami Alex.

"Alex disuruh tahan napas dan dipukul di bagian leher, tangan sama bahu. Memang seperti itu latihannya," ungkap NP.

Ia juga mengaku dipukul, namun tak separah apa yang dialami Alex.

"Saya juga dipukul tapi Alex yang lebih parah," ujar NP.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved