Berita Musi Rawas

Pakai Jaring, Cara Petani Padi di Musi Rawas Kurangi Serangan Hama Burih Pipit

Serangan hama burung pipit, membuat para petani padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas resah khawatir.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku.com/Eko Mustiawan
HAMA BURUNG PIPIT -- Salah satu tanaman padi milik petani di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas yang dipasangi jaring untuk mencegah serangan hama burung pipit. 

Ringkasan Berita:
  • Petani di Musi Rawas melakukan berbagai cara untuk mencegah dan mengurangi dampak serangan hama burung pipit
  • Memasang jaring pada tanaman padi adalah salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi serangan hama burung pipit
  • Meskipun harus mengeluarkan modal yang lebih besar, namun dengan cara ini petani tak perlu lagi sering-sering mengontrol tanaman padinya

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Serangan hama burung pipit, membuat para petani padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas resah khawatir. Sebab, jika dibiarkan bisa mengancam hasil panen petani. 

Untuk mencegah dan mengurangi dampak serangan hama burung pipit tersebut, berbagai cara dilakukan oleh para petani, mulai dari memasang lonceng dari kaleng bekas di setiap sudut yang dihubungkan dengan tali.

Selain itu, ada juga petani yang memasang umbul-umbul dari plastik bekas, kemudian yang paling diminati petani saat ini adalah memasang jaring diatas tanaman padinya.

Cara ini diminati petani, karena dianggap efektif untuk mengurangi serangan hama burung pipit. Meskipun, petani harus mengeluarkan modal yang lebih besar. 

Warsono, merupakan salah seorang petani padi di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas yang memasang jaring pada tanaman padinya untuk mengurangi serangan hama burung pipit. 

"Ikut-ikut petani lain, katanya efektif untuk mengurangi hama burung pipit," katanya kepada Sripoku.com, Senin (16/2/2026).

Hanya saja lanjut dia, memasang jaring seperti ini, membutuhkan modal yang cukup tinggi.

Pasalnya, harga jaring yang mencapai Rp65.000 per gulungnya dengan panjang mencapai 70 meter. 

"Tapi lumayan modalnya, harga jaringnya mahal Rp65.000 untuk per gulungnya. Satu petak sawah ini, butuh sekitar 7 gulung jaring, kalau panjangnya sekitar 70 meter," jelasnya.

Dia mengaku memilih memasang jaring dibanding cara lainnya, karena lebih efektif, meskipun terkadang masih ada burung yang hinggap dan memakan biji padinya.

"Kalau dibilang efektif lumayan, tapi masih ada saja yang hinggap dan makan biji padi. Tapi tidak sebanyak biasanya," ungkapnya.

Sama halnya disampaikan Wak Jau salah seorang petani padi di Desa Tanah Priuk Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas. 

Dia juga menggunakan jaring untuk mengurangi serangan burung pipit.

"Sudah 2 musim ini pakai jaring, hasilnya lumayan efektif," katanya.

Dikatakannya, meskipun harus mengeluarkan modal yang lebih besar, namun dengan cara ini petani tak perlu lagi sering-sering mengontrol tanaman padinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved