Berita OKI

Puting Beliung Menerjang Muara Burnai 1 OKI, Atap Ruwah Warga Terbang Disapu Angin Kencang

Hujan deras disertai angin puting beliung tiba-tiba menerjang pemukiman warga saat hari masih gelap, sekira pukul 05.00 WIB.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/BPBD OKI
RUSAK - Terlihat kondisi bangunan dan rumah milik Marsiyah di Dusun 2, RT 03, Desa Muara Burnai 1, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir yang porak-poranda akibat angin puting beliung pada Sabtu (14/2/2026) dinihari. 

Ringkasan Berita:
  • Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Desa Muara Burnai 1, Lempuing Jaya, OKI, Sabtu (14/2/2026) dini hari dan merusak sejumlah bangunan.
  • Satu rumah milik Marsiyah di Dusun 2 mengalami rusak berat setelah atap baja ringan berukuran 7x14 meter terbang, dengan kerugian ditaksir Rp50 juta.
  • BPBD OKI mengimbau warga waspada pancaroba dan segera mencari tempat aman saat terdengar angin kencang atau muncul tanda cuaca ekstrem.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Masyarakat yang bermukim di Desa Muara Burnai 1, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir dikejutkan dengan fenomena alam yang mengerikan pada Sabtu (14/2/2026) dinihari.

Hujan deras disertai angin puting beliung tiba-tiba menerjang pemukiman warga saat hari masih gelap, sekira pukul 05.00 WIB.

Kejadian singkat namun mencekam ini membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan 1 rumah rusak berat setelah bagian atapnya terbang terbawa hembusan angin.

Disampaikan Kabid Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Yudo Siswantoro titik terparah berada di Dusun 2, RT 03, Desa Muara Burnai 1.

Satu rumah milik Marsiyah menjadi yang paling terdampak. Atap rangka baja ringan berukuran 7 X 14 meter miliknya tersapu bersih oleh kekuatan angin.

"Badai puting beliung disertai hujan memporak-porandakan beberapa bangunan. Atas peristiwa ini korban alami kerugian yang ditaksir Rp 50 Juta," ujar Yudo Siswantoro saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026) siang.

Baca juga: OKI Siaga Bencana Hidrometeorologi, Warga Diimbau Antisipasi Potensi Banjir Hingga Puting Beliung

Baca juga: Pemkab Empat Lawang Salurkan Bantuan Keluarga Terdampak Angin Puting Beliung Kelurahan Kupang

Menurut pihak BPBD, fenomena dipicu oleh pergantian musim dari kemarau menuju musim penghujan (pancaroba).

Kondisi ini rentan memicu terbentuknya angin puting beliung, terutama diarea terbuka.

"Biasanya angin berpusat ditanah lapang dan berlangsung tidak lama, tetapi berbahaya dan dapat merusak rumah penduduk dengan waktu yang terjadi sebelum atau usai hujan lebat," jelasnya

Meski secara geografis wilayah OKI tak tergolong sangat rawan terhadap longsor atau puting beliung yang masif, BPBD tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah dan selalu berhati-hati.

"Walaupun tidak begitu rawan di wilayah OKI, tetapi harus kita waspadai karena kejadian berulang setiap tahun," urainya.

Mengantisipasi hal tak diinginkan, Yudo memberikan panduan keselamatan saat angin kencang. Serta perhatikan tanda-tanda cuaca ekstrem awan gelap yang berputar.

"Saat mendengar suara gemuruh angin kencang, segera cari tempat lapang, jangan berlindung di bawah bangunan yang tampak rapuh atau pohon besar yang berpotensi roboh," pungkasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved