Berita Lubuklinggau

62 Tahun Berdiri, Gereja Katolik Paroki Penyelanggara Ilahi di Kota Lubuklinggau Diperluas

Setelah 62 tahun berdiri Gereja Katolik Paroki Penyelanggara Ilahi di Kota Lubuklinggau Sumsel bangunannya akan diperluas.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dokumentasi/Diskominfo Lubuklinggau
PERLUASAN GEREJA -- Wali Wali Kota Lubuklinggau, H Rustam Efendi saat melakukan peletakan batu pertama Gereja Katolik Paroki Penyelanggara Ilahi di Kota Lubuklinggau Sumsel, Selasa (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gereja Katolik Paroki Penyelanggara Ilahi di Kota Lubuklinggau Sumsel bangunannya akan diperluas setelah 62 tahun berdiri
  • Perluasan pembangunan ini tak lain karena gereja sudah tak mampu lagi menampung jamaah setiap Minggu
  • Proses perluasan pembangunan dan sekaligus peletakan batu pertama ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Rustam Effendi

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Setelah 62 tahun berdiri Gereja Katolik Paroki Penyelanggara Ilahi di Kota Lubuklinggau Sumsel bangunannya akan diperluas, Selasa (10/2/2026).

Gereja ini terletak di Jalan Garuda Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Perluasan pembangunan ini tak lain karena gereja sudah tak mampu lagi menampung jamaah setiap Minggu.

Bahkan proses perayaan misa setiap Minggu harus dilakukan selama dua kali.

Perluasan pembangunan gereja dan lamanya gereja berdiri di Kota Lubuklinggau menjadi simbol kerukunan antar umat beragama yang sudah lama terjalin baik.

Proses perluasan pembangunan dan sekaligus peletakan batu pertama ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Rustam Effendi.

Rustam mengatakan bahwa Kota Lubuklinggau adalah kota yang majemuk, dihuni oleh masyarakat dari beragam latar belakang agama, budaya, dan suku. 

Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama. 

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan rumah ibadah, termasuk gereja ini, bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kerukunan, toleransi, dan harmoni antar umat beragama yang selama ini terjalin dengan baik di Kota Lubuklinggau.

"Karena agama ini dijamin pemerintah mudah-mudahan dapat diterima masyarakat Lubuklinggau dan jamaahnya meningkat beribadahnya," ujarnya.

Sementara, Ketua FKUB Kota Lubuklinggau, Ismuridjal menyampaikan bahwa dengan adanya pembangunan perluasan gereja menjadi penanda bahwa kerukunan umat bergama di Lubuklinggau saling beriringan.

Karena gereja merupakan simbol kebersamaan dalam menjaga semangat umat beragama.

"Gereja ini merupakan simbol kebersamaan mari seiring jalan untuk sama-sama membangun Linggau Juara," ungkapnya. 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved