Berita OKU Timur

Manfaatkan Lahan Kosong,  SDN 3 Taman Agung OKU Timur Kembangkan Kebun Edukasi

Program kebun sekolah tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) dengan melibatkan seluruh siswa dan dewan guru. 

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com/CHOIRUL RAHMAN
KEGIATAN KEBUN SEKOLAH -- Siswa SD Negeri 3 Taman Agung, Kecamatan Semendawai Suku III, OKU Timur, mengikuti kegiatan kebun sekolah dengan menanam berbagai jenis sayuran sebagai bagian edukasi ketahanan pangan, Kamis (5/2/2026). Program ini menjadi upaya menanamkan nilai kemandirian pangan sejak usia dini melalui pembelajaran berbasis praktik. 

Ringkasan Berita:
  • SDN 3 Taman Agung memanfaatkan lahan sekolah menjadi kebun produktif sebagai sarana edukasi ketahanan pangan.
  • Siswa dilibatkan langsung dalam seluruh proses bercocok tanam, dari pengolahan tanah hingga perawatan tanaman.
  • Kegiatan selaras dengan gerakan Sumsel Mandiri Pangan untuk menumbuhkan generasi mandiri dan peduli pangan.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Upaya mewujudkan gerakan Sumatera Selatan mandiri pangan kini tak hanya digerakkan di tingkat masyarakat, tetapi juga mulai ditanamkan sejak usia sekolah. SD Negeri 3 Taman Agung, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, menginisiasi kebun sekolah sebagai sarana pendidikan karakter dan ketahanan pangan bagi para siswa.

Program kebun sekolah tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) dengan melibatkan seluruh siswa dan dewan guru. 

Lahan kosong di lingkungan sekolah dimanfaatkan menjadi kebun produktif yang ditanami berbagai jenis sayuran, seperti sawi, kol, dan aneka sayuran hijau lainnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dikenalkan pada hasil pertanian, tetapi juga terlibat langsung dalam seluruh proses bercocok tanam.

Mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman dilakukan bersama-sama sebagai bagian dari pembelajaran praktik di luar ruang kelas.

Kepala SD Negeri 3 Taman Agung, Roib Wahyudi, S.Pd, menegaskan bahwa kebun sekolah bukan sekadar kegiatan insidental, melainkan telah menjadi bagian dari pembelajaran yang terintegrasi dengan pembentukan karakter siswa.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kemandirian pangan itu penting dan bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Anak-anak belajar langsung, tidak hanya teori, sehingga nilai-nilai tersebut lebih membekas,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Masih Ada Genangan, Pemkab OKU Timur Percepat Pemulihan Pascabanjir, Susun Langkah Lanjutan

Menurut Roib, metode pembelajaran berbasis praktik dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya memproduksi pangan secara mandiri.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

GSMP sendiri mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen pangan, dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk di lingkungan sekolah.

“Jika sejak SD anak-anak sudah terbiasa menanam dan merawat tanaman, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan menghargai proses produksi pangan,” tambah Roib.

Ke depan, pihak sekolah berharap hasil panen dari kebun sekolah tidak hanya dinikmati bersama, tetapi juga menjadi contoh konkret bahwa lahan terbatas tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Langkah yang dilakukan SDN 3 Taman Agung ini diharapkan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di OKU Timur untuk turut berperan aktif dalam membangun kemandirian pangan daerah melalui dunia pendidikan.

Baca berita lainnya di google news

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved