Mata Lokal Desa

Ditanam di Lahan 12x50 Meter, 1.000 Batang Melon Inthanon Premium di OKUT Siap Panen Setelah 66 Hari

Dimana panen ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026, setelah tanaman memasuki umur 66 hari sejak tanam.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/KWT Mekar Arum
TANAMAN GRENHOUSE -- Tanaman melon Inthanon premium di greenhouse seluas 12 x 50 meter yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum Desa Karang Manik, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Kamis (29/1/2026). Melon yang ditanam sejak 26 November 2025 tersebut dijadwalkan dipanen pada Minggu, 1 Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • KWT Mekar Arum Desa Karang Manik mengelola greenhouse melon Inthanon premium seluas 12 x 50 meter dengan total 1.000 batang tanaman.
  • Penanaman melon dimulai pada 26 November 2025 dan akan dipanen pada Minggu, 1 Februari 2026 saat tanaman berumur 66 hari.
  • Pemerintah Desa Karang Manik mendukung pengembangan pertanian modern berbasis greenhouse untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pemberdayaan perempuan tani.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum Desa Karang Manik, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, bersiap melaksanakan panen melon Inthanon premium yang dibudidayakan di dalam greenhouse modern. 

Dimana panen ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026, setelah tanaman memasuki umur 66 hari sejak tanam.

Greenhouse melon premium yang dikelola KWT Mekar Arum ini memiliki luas 12 x 50 meter, dengan total 1.000 batang melon Inthanon premium. 

Penanaman dimulai sejak 26 November 2025, dengan penerapan sistem budidaya terkontrol untuk menjaga kualitas buah, mulai dari pengaturan nutrisi, kelembapan, hingga pemangkasan tanaman agar menghasilkan buah dengan tingkat kemanisan dan tampilan yang optimal.

Untuk diketahui, Melon Inthanon premium merupakan salah satu varietas melon unggulan yang memiliki kualitas buah tinggi dan nilai jual yang baik.

Varietas ini termasuk dalam jenis melon Galia, hasil pemuliaan skala internasional, yang kini semakin diminati di Indonesia, terutama melalui sistem budidaya greenhouse atau rumah tanam.

Melon Inthanon dikenal sebagai varietas Galia F1, dengan nama komersial seperti INTHANON RZ F1. Julukan “premium” disematkan karena kualitas buahnya yang lebih unggul dibandingkan melon biasa, baik dari sisi rasa, aroma, tekstur, maupun tampilan fisik. 

Buahnya berbentuk bulat hingga sedikit lonjong, dengan warna kulit kuning cerah dan permukaan yang halus serta menarik.

Baca juga: Lewat Smart Greenhouse, Petani di Sungai Belidah OKI Sukses Panen Melon Premium 5 Kali Setahun

Baca juga: Lapas Kayuagung Bangun Green House Budidaya Buah Melon, Jadi Sekolah Bagi Warga Binaan

Seperti terlihat pada budidaya di dalam greenhouse, buah melon Inthanon premium tumbuh menggantung rapi pada tanaman rambat dan diberi penyangga khusus untuk menjaga bentuk serta kualitas buah. 

Sistem ini umumnya menerapkan prinsip satu tanaman satu buah, sehingga ukuran dan tingkat kemanisan buah dapat terjaga secara maksimal. Bobot buah rata-rata berkisar antara 1 hingga 1,5 kilogram per buah.

Dari sisi cita rasa, melon Inthanon premium dikenal memiliki rasa manis dengan aroma khas, tingkat kemanisan (brix) yang relatif tinggi, serta tekstur daging buah yang renyah dan juicy. 

Umur panen melon ini berkisar 65 hingga 75 hari setelah tanam, menjadikannya efisien secara waktu produksi dan cocok dikembangkan sebagai komoditas hortikultura bernilai tinggi.

Kepala Desa Karang Manik, Widiono, mengapresiasi kerja keras KWT Mekar Arum yang dinilainya mampu mengelola pertanian berbasis teknologi secara mandiri dan berkelanjutan. 

Ia juga menyebut, keberhasilan budidaya melon Inthanon premium ini menjadi bukti bahwa kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian desa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved