Mata Lokal Desa

Lewat Smart Greenhouse, Petani di Sungai Belidah OKI Sukses Panen Melon Premium 5 Kali Setahun

Petani di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI sukses membudidayakan melon premium lewat smart greenhouse (rumah kaca pintar).

Tayang:
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
PETANI MELON -- Ketua Kelompok Tani Karya Bersama, Yusuf Fajar Sri di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir saat ditemui Senin (1/12/2025). Lewat teknologi smart greenhouse (rumah kaca pintar), petani di sini sukses menghasilkan buah melon premium yang bisa dipanen 4-5 kali setahun. 

Ringkasan Berita:
  • Petani di Sungai Belidah OKI sukses membudidayakan melon premium lewat teknologi Smart Greenhouse
  • Masa panen bisa sebanyak 4-5 kali dalam setahun
  • Smart Greenhouse berukuran 12 x 25 meter yang mereka kelola dirancang khusus untuk iklim tropis

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Petani di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) sukses membudidayakan buah melon premium melalui penerapan teknologi Smart Greenhouse (rumah kaca pintar). 

Smart Green House adalah sistem rumah kaca modern yang dilengkapi teknologi untuk mengatur dan memantau kondisi lingkungan secara otomatis sehingga tanaman dapat tumbuh optimal sepanjang tahun.

Di bawah binaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rezeki, para petani kini mampu memanen buah melon premium hingga empat sampai lima kali dalam setahun, jauh melampaui siklus tanam konvensional. 

Ketua Kelompok Tani Karya Bersama, Yusuf Fajar Sri menjelaskan kunci keberhasilan ini terletak pada dua aspek yakni perpaduan teknologi tepat guna dan strategi optimalisasi lahan ekstrem.

Smart Greenhouse berukuran 12 x 25 meter yang mereka kelola dirancang khusus untuk iklim tropis.

Struktur bangunan mengombinasikan atap plastik UV untuk menahan intensitas matahari berlebih, sementara dinding samping menggunakan insect net (jaring serangga).

"Kombinasi ini penting. Tujuannya agar sirkulasi udara tetap terjaga baik, namun hama serangga kecil tidak bisa masuk menyerang tanaman. Ini meminimalisir risiko kegagalan panen," jelas Yusuf saat ditemui di lokasi pada Senin (1/12/2025).

Baca juga: Pensiun Setelah 38 Tahun Bertugas, Kompol Arkamil Dapat Hadiah Sepasang Kambing dari Polres OKI

Kelompok tani ini menerapkan terobosan radikal dengan memaksimalkan kepadatan tanaman. Jika populasi normal pada luasan tersebut hanya sekitar 560 kantong tanam (polybag), Yusuf dan timnya berani melipatgandakannya.

"Kami memaksimalkan lahan. Satu polybag kami isi dua tanaman. Dengan strategi ini, populasi total di dalam greenhouse bisa tembus lebih dari 1.000 tanaman. Ini adalah cara kami mendongkrak hasil panen," ungkapnya.

Untuk menunjang kepadatan yang tinggi, nutrisi disalurkan menggunakan sistem fertigasi tetes (drip irrigation).

Teknologi ini menjamin setiap tanaman mendapatkan pasokan nutrisi yang presisi, meski diakui tantangan teknis seperti penyumbatan selang seringkali menjadi kendala yang memengaruhi ukuran buah.

Terlepas dari tantangan teknis, hasil panen kelompok tani ini terbilang memuaskan. Dalam sekali panen, greenhouse mampu menghasilkan 1 hingga 2 ton melon segar.

"Melon siap panen dalam usia relatif singkat, yakni 60–70 hari dengan harga perkilogram Rp 25.000 sampai 30.000. Saat ini kami terus melakukan evaluasi agar target hasil 1–2 ton ini bisa konsisten tercapai di setiap siklusnya dengan berat rata-rata buah mencapai 1,5 kg hingga 3 kg per buah, tergantung konsistensi nutrisi," pungkas Yusuf.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved