Mata Lokal Desa
Lewat Smart Greenhouse, Petani di Sungai Belidah OKI Sukses Panen Melon Premium 5 Kali Setahun
Petani di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI sukses membudidayakan melon premium lewat smart greenhouse (rumah kaca pintar).
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Petani di Sungai Belidah OKI sukses membudidayakan melon premium lewat teknologi Smart Greenhouse
- Masa panen bisa sebanyak 4-5 kali dalam setahun
- Smart Greenhouse berukuran 12 x 25 meter yang mereka kelola dirancang khusus untuk iklim tropis
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Petani di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) sukses membudidayakan buah melon premium melalui penerapan teknologi Smart Greenhouse (rumah kaca pintar).
Smart Green House adalah sistem rumah kaca modern yang dilengkapi teknologi untuk mengatur dan memantau kondisi lingkungan secara otomatis sehingga tanaman dapat tumbuh optimal sepanjang tahun.
Di bawah binaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rezeki, para petani kini mampu memanen buah melon premium hingga empat sampai lima kali dalam setahun, jauh melampaui siklus tanam konvensional.
Ketua Kelompok Tani Karya Bersama, Yusuf Fajar Sri menjelaskan kunci keberhasilan ini terletak pada dua aspek yakni perpaduan teknologi tepat guna dan strategi optimalisasi lahan ekstrem.
Smart Greenhouse berukuran 12 x 25 meter yang mereka kelola dirancang khusus untuk iklim tropis.
Struktur bangunan mengombinasikan atap plastik UV untuk menahan intensitas matahari berlebih, sementara dinding samping menggunakan insect net (jaring serangga).
"Kombinasi ini penting. Tujuannya agar sirkulasi udara tetap terjaga baik, namun hama serangga kecil tidak bisa masuk menyerang tanaman. Ini meminimalisir risiko kegagalan panen," jelas Yusuf saat ditemui di lokasi pada Senin (1/12/2025).
Baca juga: Pensiun Setelah 38 Tahun Bertugas, Kompol Arkamil Dapat Hadiah Sepasang Kambing dari Polres OKI
Kelompok tani ini menerapkan terobosan radikal dengan memaksimalkan kepadatan tanaman. Jika populasi normal pada luasan tersebut hanya sekitar 560 kantong tanam (polybag), Yusuf dan timnya berani melipatgandakannya.
"Kami memaksimalkan lahan. Satu polybag kami isi dua tanaman. Dengan strategi ini, populasi total di dalam greenhouse bisa tembus lebih dari 1.000 tanaman. Ini adalah cara kami mendongkrak hasil panen," ungkapnya.
Untuk menunjang kepadatan yang tinggi, nutrisi disalurkan menggunakan sistem fertigasi tetes (drip irrigation).
Teknologi ini menjamin setiap tanaman mendapatkan pasokan nutrisi yang presisi, meski diakui tantangan teknis seperti penyumbatan selang seringkali menjadi kendala yang memengaruhi ukuran buah.
Terlepas dari tantangan teknis, hasil panen kelompok tani ini terbilang memuaskan. Dalam sekali panen, greenhouse mampu menghasilkan 1 hingga 2 ton melon segar.
"Melon siap panen dalam usia relatif singkat, yakni 60–70 hari dengan harga perkilogram Rp 25.000 sampai 30.000. Saat ini kami terus melakukan evaluasi agar target hasil 1–2 ton ini bisa konsisten tercapai di setiap siklusnya dengan berat rata-rata buah mencapai 1,5 kg hingga 3 kg per buah, tergantung konsistensi nutrisi," pungkas Yusuf.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Rincian 186 Dana Desa di Kabupaten Musi Rawas Sumsel Tahun 2026, Total Dana Mencapai Rp 58 M |
|
|---|
| Transfer Dana Desa untuk 143 Desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumsel 2026, Total Dana 43,9 M |
|
|---|
| Daftar 30 Desa di Kab Musi Rawas Utara Terima Dana Desa 2026 di Atas Rp350 Juta, Ini Rinciannya |
|
|---|
| Sebanyak 12 Desa di Kabupaten Lahat Terima Dana Desa 2026 Lebih dari Rp 350 Juta, Ini Rinciannya |
|
|---|
| Daftar Rincian Dana Desa 2026 untuk 83 Desa di Kabupaten Musi Rawas Utara, Total Rp26,7 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Lewat-Smart-Greenhouse-Petani-di-Sungai-Belidah-OKI-Sukses-Panen-Melon-Premium-5-Kali-Setahun.jpg)