Kader PDIP Eksodus ke PSI Sumsel

DPC PDIP OKI Santai, Kadernya Abdiyanto Pilih Mengundurkan Diri, 'Masih Solid dan Kompak'

Estafet kepemimpinan kini dipastikan berjalan normal di bawah kendali Febriansyah Wardana sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan OKI.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pribadi
PDIP - Ketua DPC PDI Perjuangan OKI, Febriansyah Wardana menanggapi santai terkait pengunduran diri salah satu kadernya yaitu Abdiyanto Fikri. 
Ringkasan Berita:
  • Abdiyanto Fikri resmi mengundurkan diri dari keanggotaan PDIP OKI sejak 24 Januari 2026.
  • DPC PDIP OKI menegaskan keputusan tersebut merupakan hak politik pribadi tanpa mengganggu stabilitas partai.
  • Ketua DPC PDIP OKI Febriansyah Wardana memastikan roda organisasi tetap berjalan normal serta penguatan internal terus dilakukan sesuai arahan Ketua Umum PDIP.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Dinamika politik terjadi di tubuh Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (DPC PDIP OKI).

Abdiyanto Fikri secara resmi dinyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan partai berlambang banteng moncong putih tersebut terhitung sejak Senin (24/1/2026) siang.

Meski salah satu kadernya hilang, DPC PDIP OKI menegaskan roda organisasi tak akan goyah.

Estafet kepemimpinan kini dipastikan berjalan normal di bawah kendali Febriansyah Wardana sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan OKI.

Saat dikonfirmasi, Febri menyatakan bahwa mundurnya Abdiyanto murni pilihan pribadi dan merupakan bagian dari hak politik individu.

Ia menjamin hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan stabilitas internal partai.

"Pengunduran saudara Abdiyanto Fikri adalah pilihan pribadinya. Itu hak politik setiap individu dan tidak berdampak pada organisasi,"

"Sebagai kader, kita harus siap ditugaskan kapan pun dan di mana pun, dan harus siap apabila tidak ditugaskan apa pun," ujar Febri saat memberikan keterangan, Selasa (27/1/2026) siang.

Selain itu. Febri turut mengingatkan kembali pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pada Rakernas I lalu yang menekankan bahwa partai lebih menghargai kualitas dan loyalitas kader daripada sekadar jumlah besar namun tidak bekerja untuk rakyat.

"Ibu Ketum sudah menyampaikan agar tidak ambil pusing jika ada kader yang keluar. Kami tidak butuh kader banyak kalau hanya untuk hidup di partai tanpa bekerja untuk rakyat. Lebih baik sedikit tapi solid," tegas Wakil Ketua 1 DPRD OKI

Menurutnya, pasca adanya kader yang mengundurkan diri tersebut DPC PDIP OKI justru makin gencar lakukan penguatan internal. 

Febri memastikan seluruh program kerja tetap berjalan sesuai koridor, termasuk persiapan agenda strategis organisasi.

"Partai ini tidak ditopang satu orang. Saat ini kami sedang mempersiapkan Musancab, Musran, hingga Musanran untuk menyusun komposisi kader yang jauh lebih solid dan benar-benar bekerja untuk partai," tegasnya.

"Kami memastikan struktur partai hingga tingkat bawah tetap kompak. Fokus utama kini adalah penguatan kerja-kerja kerakyatan dan menjaga disiplin organisasi sesuai arahan pusat," tambah Febri.

Baca juga: Devi Suhartoni Tak Persoalkan Sejumlah Kader PDIP Sumsel Pindah ke PSI: itu Hak Mereka

Baca juga: PDIP Sumsel Santai, Sejumlah Kadernya Eksodus ke PSI, Tak Jadi Persoalan Serius

Diberitakan sebelumnya mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan OKI, Abdiyanto Fikri mengambil langkah besar ditandai dengan penyerahan surat pengunduran diri dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPC PDIP OKI pada Senin (26/1/2026) siang.

Abdiyanto menyatakan keputusannya menanggalkan seragam 'banteng' bukan tanpa pertimbangan matang. Ia menyebut hal ini murni sebagai sikap politik pribadi dan telah melalui diskusi panjang dengan keluarga besarnya.

"Hari ini saya menyampaikan surat pengunduran diri sebagai anggota partai PDI Perjuangan. Saya mohon maaf, jangan sampai ada asumsi negatif karena ini murni salah satu bentuk sikap politik pribadi saya," tegasnya memberikan keterangan.

Bukan sekadar faktor keluarga, Abdiyanto secara tersirat menyebut kondisi internal partai. Ia merasa struktur kepengurusan yang baru saat ini tidak lagi memberikan ruang bermanuver dan mengabdi secara maksimal.

"Menyikapi kondisi internal di DPC PDIP OKI, karena telah ditetapkannya oleh kepengurusan yang baru dan tidak lagi memegang jabatan penting," ungkapnya.

Bagi Abdiyanto, yang telah duduk di kursi DPRD sejak tahun 2004 silam, berdiam diri bukanlah pilihan. Ia merasa memiliki utang budi kepada masyarakat yang telah mendukungnya selama lebih dari dua dekade.

"Ketika saya tidak ada ruang (di partai), tentu saya mencari alternatif lain untuk dapat memberikan tanggung jawab saya terhadap orang-orang yang sudah berbuat baik kepada saya sejak tahun 2004 silam," tambahnya.

Saat disinggung terkait adakah rencana untuk bergabung dengan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Abdiyanto menegaskan kemungkinan apa saja bisa terjadi.

"Bukan hanya PSI, sebenarnya banyak partai politik lain sudah melakukan pendekatan bergabung. Tapi hingga saat ini belum ada SK, belum ada pelantikan. Kedepannya selalu berusaha untuk berbuat bagi masyarakat," tandasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved