Berita Ogan Ilir

Cegah Aksi Pencurian Besi, Waga Jaga Jembatan yang Putus di Kandis Ogan Ilir Selama 24 Jam

Selama menunggu perbaikan, warga ingin memastikan material jembatan yang tersisa tidak hilang atau dicuri.

Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Agung Dwipayana
DIJAGA WARGA - Warga berjaga di jembatan yang putus di Kecamatan Kandis, Minggu (25/1/2026) petang. Penjagaan dilakukan guna mencegah aksi pencurian material jembatan seperti besi. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kecamatan Kandis, Ogan Ilir, berjaga 24 jam di sekitar jembatan putus yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang untuk mencegah pencurian material jembatan.
  • Sambil menunggu perbaikan, warga bergantian mengawasi lokasi dan menyediakan perahu sebagai akses penyeberangan sementara.
  • Pemkab Ogan Ilir menargetkan perbaikan jembatan selesai sekitar satu bulan dan menyiapkan transportasi air guna mendukung aktivitas masyarakat.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Mencegah aksi pencurian besi, warga berinisiatif untuk berjaga selama 24 jam di seputaran jembatan putus di Kecamatan Kandis, Ogan Ilir.

Diketahu, jembatan yang merupakan akses antar dua desa, yakni Lubuk Rukam dan Muara Kumbang itu porak poranda pada Kamis (22/1/2026) lalu sekira pukul 14.00 WIB.

Penyebabnya karena diterjang sedimen berupa tumbuhan liar dan tumpukan sampah yang terbawa arus deras sungai.

Selama menunggu perbaikan, warga ingin memastikan material jembatan yang tersisa tidak hilang atau dicuri.

"Kami berinisiatif mengawasi jembatan. Khawatir kalau ada besi yang dicuri," kata salah seorang warga bernama Mustakim kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Minggu (25/1/2206) petang.

Disela aktivitas seperti berdagang dan bertani, warga yang tinggal di seputaran jembatan, berjaga secara bergantian.

"Yang namanya pencurian bisa terjadi karena ada kesempatan. Jadi kami ingin memastikan material jembatan aman (dari aksi pencurian)," ujar Mustakim.

Selain berjaga, warga juga saling membantu bagi yang ingin menyeberangi sungai.

Sebab ada armada perahu yang disediakan, pengganti sementara akses jembatan yang terputus.

"Intinya saling membantu ketika ada kejadian seperti ini (jembatan putus). Kami berharap perbaikannya cepat selesai," ucap Mustakim.

Baca juga: Jembatan di Kandis Ogan Ilir Putus, Warga Harus Pakai Tongkang Untuk Beraktivitas

Baca juga: Tinjau Jembatan Penghubung Desa yang Roboh, Kapolsek Rantau Alai Imbau Warga Agar Tetap Waspada

Sementara Pemkab Ogan Ilir sedang menanggulangi kerusakan jembatan yang putus.

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar mengatakan telah meninjau langsung jembatan, tak lama setelah insiden terputus.

"Butuh waktu kurang lebih satu bulan untuk dilakukan perbaikan," terang Panca.

Selama perbaikan, Pemkab Ogan Ilir menyediakan armada transportasi air untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Seperti perdagangan, pertanian, pendidikan dan lain-lain.

"Disediakan perahu untuk mengangkut warga yang hendak ke kebun, anak-anak sekolah," ujar Panca.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsaap Tribunsumsel.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved