Banjir di OKI

Banjir di 11 Desa Lempuing OKI Surut, Petugas Kesehatan Diminta Siaga, Warga Mulai Bersihkan Rumah

Di Desa Tebing Suluh, yang sebelumnya terisolasi, kini warga mulai bisa beraktivitas meski sisa genangan masih terlihat di beberapa titik.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab OKI
BANJIR - Warga Korban Banjir OKI Saat Melakukan Pengecekan Kesehatan. Banjir di 11 Desa Lempuing OKI Surut, Petugas Kesehatan Diminta Siaga, Warga Mulai Bersihkan Rumah 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di 11 desa Kecamatan Lempuing, OKI, mulai surut, memungkinkan warga kembali beraktivitas dan membersihkan rumah.
  • Sebanyak 30 KK yang sempat mengungsi di SDN 1 Sumber Makmur telah kembali ke rumah masing-masing.
  • Pemkab OKI kini beralih dari fase darurat ke pemulihan agar kehidupan masyarakat segera normal kembali.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG — Kabar baik datang dari lokasi banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. Setelah sempat melumpuhkan aktivitas dan merendam pemukiman masyarakat. Debit air di sejumlah wilayah terdampak banjir kini dilaporkan berangsur surut khususnya di 11 Desa di wilayah Kecamatan Lempuing.

Pantauan di lapangan menunjukkan penurunan ketinggian air cukup signifikan.

Di Desa Tebing Suluh, yang sebelumnya terisolasi, kini warga mulai bisa beraktivitas meski sisa genangan masih terlihat di beberapa titik.

"Sabtu lalu air masih setinggi dada orang dewasa, sekarang sudah jauh surut. Alhamdulillah sudah mulai bersih-bersih," ujar Trisno salah satu warga Desa Tebing Suluh dihubungi pada Kamis (15/1/2026) siang.

Kondisi serupa dirasakan masyarakat Desa Sumber Makmur.

Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) yang sebelumnya menjadikan SDN 1 Sumber Makmur sebagai tempat pengungsian sementara, kini telah berkemas dan kembali ke rumah masing-masing.

Disampaikan Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin warga sudah mulai meninggalkan posko pengungsian dan fokus pada pembersihan lingkungan tempat tinggal.

"Sebagian besar masyarakat dari 11 Desa terdampak sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan sekarang juga mulai membersihkan sisa-sisa banjir," jelas Listiadi.

Seiring surutnya air, Pemkab OKI kini mengalihkan fokus dari evakuasi darurat ke fase pemulihan.

"Ke depan kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, agar pemulihan pasca bencana banjir dapat dilaksanakan dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal," ungkapnya.

Baca juga: Banjir di OKI Naik Status Dari Siaga Jadi Darurat Bencana, Koordinasi Lintas Sektoral Ditingkatkan

Baca juga: 4 Hari Terendam Banjir, 6.551 Hektare Sawah di OKI Terancam Gagal Panen

Resiko Kesehatan Pasca Banjir

Ditempat terpisah Bupati OKI, Muchendi Mahzareki yang telah meninjau langsung Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menyatakan fase pasca banjir justru menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh diremehkan.

"Surutnya banjir menandai fase baru penanganan bencana yakni pemulihan pasca genangan. Paparan air kotor dan lingkungan yang lembap sangat rentan memicu penyakit kulit dan infeksi, terutama anak-anak dan lansia," beber dia.

Merespons keluhan warga Desa Cahya Tani yang mulai merasakan gatal-gatal, Mucehndi telah menginstruksikan tenaga medis untuk tidak hanya menunggu di Puskesmas, tetapi hadir langsung ke tengah-tengah masyarakat.

"Warga jangan menunggu sakit parah. Petugas medis saya minta siaga, lakukan pemeriksaan dasar dan pastikan obat-obatan tersedia," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved